Laporan data teknis pengamatan Gunung Merapi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, pada tanggal 21 dan 22 Mei 2006, tidak lagi menganjurkan melakukan evakuasi penduduk yang bermukim di wilayah rawan bencana.
Tidak dijelaskan lebih lanjut, apakah penduduk setempat sudah diperbolehkan kembali ke dusun masing-masing atau belum. Pada anjuran evakuasi yang lalu, penduduk yang bermukim dalam radius maksimal 10 kilometer dari puncak Gunung Merapi, harus dievakuasi.
Meskipun demikian, wilayah di sepanjang alur Kali Krasak, Bebeng, Bedog, Boyong, dan Gendol dalam radius 7 kilometer dari puncak, dalam jarak 300 meter dari tebing alur sungai tersebut, agar tetap dikosongkan karena masih berpotensi terancam awan panas.
Pengamatan visual dari Pos Kaliurang pada pukul 05.50 WIB, menunjukkan keadaan asap solfatara berwarna putih tebal tekanan sedang, tinggi asap maksimum 300 meter.
Pada tanggal 22 Mei 2006, pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat gempa MP 18 kali, guguran
lava 49 kali dan awan panas 4 kali.
Awan panas yang terjadi mengarah ke hulu Kali Krasak dan Boyong dengan jarak
maksimum 2,0 kilometer.
Berdasarkan pengamatan dari BPPTK Yogyakarta, status aktivitas Gunung Merapi masih dinyatakan AWAS.



Kirim Komentar