Sesampainya dari Pos II jalur pendakian Merapi Kamis 18 Mei 2006 kemarin pagi,
mbah Marijan mengaku telah medapat petunjuk bahwa Merapi tidak dalam keadaan bahaya.
Maka, jika ada orang yang mengatakan bahwa Merapi dalam keadaan bahaya, itu adalah
perkataan yang "sembrono". Pernyataan ini bertolak belakang dengan analisa dari
BPPTK Yogyakarta yang hingga saat ini masih mempertahankan status AWAS Merapi."Merapi itu baik-baik saja, ga usah beranggapan bahwa Merapi akan meletus, itu
namanya "ndhisiki kersane Gusti," tuturnya kepada tamu dan wartawan tadi siang
di kediamannya Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman,
Yogyakarta.
Selain itu mbah Marijan juga tetap berpesan agar tidak merusak kawasan merapi
seperti yang selama ini telah dilakukan seperti menambang pasir dengan alat berat
yang dapat merusak kelestarian kawasan Merapi.
"Gunung Merapi juga merupakan gunung yang hidup, jadi janganlah kita merusaknya
dengan alat berat itu (bego-red)," tambahnya disela-sela kesibukannya menjawab
pertanyaan tamunya.



Kirim Komentar