Berdasarkan pengamatan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, pada tanggal 18 Mei 2006, keadaan asap solfatara berwarna putih tebal dengan tekanan lemah, tinggi asap maksimum 100 meter. Cuaca di sekitar puncak pada pagi dan siang hari cerah, sedang sore hingga malam hari tertutup kabut.
Guguran lava pijar terlihat dari Pos Kaliurang sebanyak 25 kai mengarah ke hulu Kali Krasak dan Boyong dengan jarak luncur maksimum 1,0 km dan 1 kali ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 1,0 km.
Awan panas tercatat 11 kali ke arah hulu Kali Krasak dan Boyong dengan jarak luncur maksimum 3,0 km dan 1 kali mengarah ke hulu Kali Gendol dengan jarak luncur 1,0 km.
Data kegempaan pada tanggal 18 Mei 2006 menunjukkan jenis gempa fase banyak (MP) 64 kali, gempa guguran 264 kali, awan panas 23 kali, gempa vulkanik dangkal (VTB) 1 kali dan tektonik 1 kali.
Pada tanggal 19 Mei 2006, dari pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat gempa fase banyak (MP) 14 kali, gempa guguran 71 kali dan awan panas 3 kali. Adapun jarak luncur maksimum awan panas yang mengarah hulu Kali Krasak dan Boyong sejauh 2.0 km.
Berdasarkan hasil analisis data pemantauan, status aktivitas Gunung Merapi masih dinyatakan AWAS.



Kirim Komentar