Empat belas hari lamanya Suratmi (48 th) berada di barak pengungsian Hargobinangun Pakem, Sleman. Bersama anak dan suaminya, ia merasa aman berada dalam barak ini.
Rasa takut akan Merapi membuat dia dan keluarganya tetap tinggal di barak dan belum berpikir untuk pulang lebih awal karena takut akan wedhus gembel Merapi yang mematikan itu. Di samping itu dia tidak memiliki ternak yang harus diberi makan tiap harinya.
"Saya merasa tenang di sini, dan belum ingin pulang karena masih takut dengan Merapi. Saya biarkan rumah saya kosong hingga nanti benar-benar aman baru saya pulang," jawabnya ketika ditanya GudegNet perihal kepulangannya.
Pelayanan dan akomodasi yang cukup juga membuat ibu ini nyaman selagi menunggu
kondisi Merapi yang masih berbahaya hingga saat ini.



Kirim Komentar