Didasari rasa solidaritas yang tinggi, beberapa mahasiswa dari Fakultas Psikologi
UGM dan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mengunjungi barak pengungsian Purwobinangun,
Pakem Yogyakarta.
Menurut koordinator mereka, Duma (28 th), mereka ingin membantu anak-anak yang sedang mengalami bencana dan memberikan aktifitas yang lebih terarah untuk mereka.
"Meskipun berada di barak pengungsian, mereka (anak-anak, -red) juga membutuhkan aktifitas yang selayaknya mereka dapatkan di rumah sendiri," seru Duma yang juga seorang guru ketika ditemui GudegNet.
Dalam bimbingannya, anak-anak diajak bermain dan belajar di sela-sela barak pengungsian.
Hal yang cukup sederhana, namun sangat berarti bagi perkembangan psikologis anak-anak
yang sedang mengalami guncangan psikologis selama bencana alam gunung Merapi.



Kirim Komentar