Dalam hitungan bulan, sektor perdagangan Yogyakarta baru dapat dikatakan pulih
dari gempa yang mengguncang kota Gudeg ini. Gempa yang menghancurkan beberapa
pusat perdagangan sepert pasar tradisional dan mal atau supermarket itu berdampak
cukup berat bagi masyarakat dan para pedagang sendiri. Hingga beberapa hari setelah
gempa, kelangkaan kebutuhan pokok hampir terjadi di setiap daerah di Jogja. Hal
itu dikarenakan beberapa pasar tradisional dan mal yang mengalami kerusakan yang
cukup berat dan butuh beberapa waktu untuk menormalisasi bangunan tersebut agar
layak untuk dipergunakan kembali sebagai pusat jual beli kebutuhan hidup.
Beberapa hari setelah gempa, pasar terbesar di DIY dan Jateng, pasar Beringharjo masih ditutup demi keamanan dan keselamatan para pembeli dan penjual. Kondisi yang dirasa tidak memungkinkan untuk dipergunakan memaksa pengelola pasar menutup pasar dari aktivitas jual beli. Mal yang juga merupakan pusat belanja terbesar di DIY dan Jateng, Ambarrukmo Plaza terpaksa ditutup untuk umum karena kerusakan yang cukup parah.
Baru sekitar satu bulan setelah gempa, kedua pusat belanja tersebut dapat kembali dipergunakan sebagai tempat jual beli setelah melalui proses renovasi dan sertifikasi kelayakan dari pihak yang terkait. Saphir Square, salah satu mal yang terbilang baru di Jogja bahkan baru dibuka kembali setelah tiga bulan direnovasi.
"Sekarang semua mal di Jogja telah dibuka, jadi kegiatan perdagangan bisa kembali berjalan dan normal. Kami juga lega dapat kembali berdagang di mal ini, seru salah seorang pedagang di Saphir Square yang baru saja membuka stand-nya kepada GudegNet.
Kerusakan yang dialami pasar publik dan fasilitasnya serta pasar modern diperkirakan
mencapai Rp 168 miliar. kerugian ditafsir mencapai Rp 100 miliar, sehinga total
kerusakan dan kerugian mencapai 269 miliar. Setelah gempa terjadi, nilai transaksi
harian pasar Beringharjo turun dari Rp 1,2 miliar menjadi Rp 0,8 miliar. Sedangkan
pada pasar modern (mal & supermarket), total kerugian dan kerusakan diperkirakan
mencapai 30 % dari pasar tradisional.



Kirim Komentar