Gempa 27 Mei lalu tak pelak menyisakan cerita yang pedih bagi para korban yang
secara langsung merasakan runtuhnya rumah mereka apalagi jika rumah itu sekaligus
sekaligus ruang pamer usaha kecil mereka yang menjadi tumpuan hidup mereka. Ketika
berkunjung ke Bantul, GudegNet menemui Timbul Rahardjo (44 thn), salah seorang
pemilik toko keramik di Kasongan Bantul yang kehilangan usahanya akibat gampa
Mei lalu.
"Rumah saya adaalah ruang pamer usaha saya. Sekarang rumah saya hancur sama sekali, persediaan barang saya hancur juga padahal banyak pesanan yang belum selesai, keluh pengrajin keramik yang telah mengekspor keramiknya hingga ke Amerika dan Eropa ini kepada GudegNet.
Cerita di atas merupakan salah satu contoh kasus dari hancurnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) akibat gempa Jogja lalu. Sektor yang sebelumnya mampu menyerap tenaga kerja hingga ratusan ribu orang ini mengalami kerusakan dan kerugian hingga lebih dari 7 triliun. Lumpuhnya usaha kecil menengah ini dipastikan akan menambah angka pengangguran dan matinya sektor vital yang berfungsi sebagai tulang punggung perekonomian di daerah-daerah apabila tidak ada pihak yang mampu memberikan solusi untuk kebangkitan sektor ini.
Pihak Pemerintah dan Perbankan merupakan pihak yang terkait secara langsung akan
kelanjutan hidup dari usaha-usaha kecil menengah yang salah satunya ditekuni oleh
Timbul Raharjo. Kebangkitan usaha mereka memerlukan uluran tangan berupa bantuan
lunak yang akan menumbuhkan semangat hidup mereka untuk kembali menghidupkan usah
mereka kembali setelah lebih dari 100 gempa Jogja.



Kirim Komentar