Hingga lebih dari 100 hari pasca gempa Jogja, kondisi sebagian kota Yogyakarta
yang mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa 27 Mei lalu masih belum sepenuhnya
pulih. Beberapa gundukan reruntuhan bangunan masih terlihat di beberapa ruas jalan
Aipda Tut Harsono.
Setiap harinya, petugas dari TNI Angkatan Darat dengan dibantu oleh petugas dari DPU mengangkut gundukan reruntuhan yang dirasa semakin mengganggu pengguna jalan yang melewati jalan Aipda Tutu Harsono. Dengan menggunakan mesin keruk dan truk, proses pengangkutan reruntuhan bangunan tersebut cukup memakan waktu dan menganggu lalu lintas kendaraan yang lewat. Di samping itu, debu yang bertebaran di udara juga cukup mengganggu orang yang sedang lewat dan juga warga setempat.
Seperti ditemui GudegNet ketika sedang melakukan aktivitasnya membersihkan puing-puing bangunan sisa gempa, salah seorang anggota TNI menjelaskan bahwa sisa-sisa puing bangunan akibat gempa yang sekiranya dianggap mengganggu lingkungan dan pengguna jalan pada khususnya akan diangkut dan dipindahkan ke lokasi yang telah ditentukan yakni terminal lama Umbulharjo.
"Kami bekerja sama dengan pihak DPU dalam hal pengerukan sisa-sisa bangunan yang
khususnya berada di bahu jalan untuk kami relokasikan ke terminal lama Umbulharjo,"
aku salah seorang anggota TNI yang turut dalam kegiatan pengerukan reruntuhan
bangunan di jalan Aipda Tut Harsono menjawab pertanyaan GudegNet.
Diperkirakan, 157.000 rumah hancur dan 202.000 lainnya rusak. Antara 600.000 hingga 1.000.000 orang telah kehilangan tempat tinggal akibat gempa Jogja.



Kirim Komentar