Data korban bencana alam gempa bumi di DIY dan daftar usulan jatah hidup (jadup), mulai stabil dan tidak menunjukkan perubahan statistik yang biasanya membuat dahi mengernyit bila mengamati angka-angka dari laporan MediaCenter Satkorlak DIY yang berpusat di Kepatihan. Seperti yang nampak pada laporan usulan jatah hidup yang ditandatangani oleh Sekda DIY, Bambang SP, pada tanggal 27 Juni, terdapat usulan jiwa penerima bantuan beras dan lauk pauk sejumlah 45.093 jiwa dan pada tanggal 28 Juni menjadi 68.400 jiwa untuk wilayah Kota Jogja.
Per 29 Juni 2006, usulan jiwa penerima jadup di Jogja sejumlah 68.400 jiwa, di Bantul 412.603 jiwa, di Kulon Progo 58.793 jiwa (sehari sebelumnya 67.541 jiwa), di Gunung Kidul 124.245 jiwa, dan di Sleman sejumlah 67.350 jiwa. Bantuan jadup yang akan diterima berupa lauk pauk dan beras yang dinominalkan menjadi Rp 79.018.780.000,- untuk lauk pauk, dan Rp 7.624.270,- untuk beras.
Sementara itu, realisasi pemberian bantuan ke masyarakat mencapai Rp 66.647.880.000,- untuk lauk pauk, dan Rp 6.741.530,- untuk beras. Dalam laporan tersebut disertakan juga kekurangan bantuan jadup untuk lauk pauk sejumalah Rp 39.714.800.000,- dan untuk beras Rp 5.568.350,-
Dari Kabupaten Kulon Progo, dilaporkan meninggal 1 penduduk. Per 28 Juni, total jumlah korban meninggal ada 22 orang; sehingga per 29 Juni, total korban meninggal adalah 23 orang. Kemudian, keadaan rumah rusak yang tidak dapat dihuni di DIY sejumlah 205.057 unit bangunan dan yang dapat dihuni sejumlah 202.044 unit bangunan.



Kirim Komentar