Diumumkan hari Senin, tanggal 19 Juni 2006, hasil Ujian Nasional (UN) SMA, MA, dan SMK di Kabupaten Bantul, tahun ajaran 2005/2006, persentase kelulusan SMA/MA Bantul dinilai memuaskan oleh Bupati Bantul Idham Samawi. Dalam situasi pasca bencana gempa bumi, para pelajar mampu memperlihatkan semangat belajar dan berusaha yang bagus. Dari total peserta UN SMA dan MA sejumlah 4.828 pelajar, yang lulus sejumlah 4.613 pelajar atau 95,55% dan tidak lulus hanya 215 pelajar atau 4,45%.
Untuk pelajar SMK, terdapat 2.489 peserta dengan jumlah peserta lulus UN sejumlah 2.196 peserta dan tidak lulus 293 peserta (11.77%). Namun belum jelas untuk peserta yang tidak lulus mendapatkan kesempatan ujian ulangan atau mengikuti paket C yang masih kontroversial tersebut.
Kemudian untuk penyelesaian tahap tanggap darurat, khususnya menyangkut penyaluran dana living cost, pembagian bantuan living cost hingga saat ini diakui masih belum dapat merata ke seluruh korban bencana. Bantuan living cost sebesar Rp 90.000,- per jiwa dan beras 10 kg per jiwa selama satu bulan masih menemui kendala seperti pendataan yang tidak sesuai.
Oleh karena itu, PemKab Bantul harus terus memperbaiki data korban fisik dan hayati untuk ketepatan penyaluran bantuan. Bagi masyarakat Bantul, diupayakan kemudahan untuk mengurangi beban rakyat, seperti pembebasan biaya PBB. IMB, pembuatan KTP, retribusi pasar, biaya berobat di puskesmas, dan rumah sakit kelas tiga, sampai dengan bulan Desember 2006.



Kirim Komentar