Data yang berhasil dihimpun oleh Java Media Tourism Crisis Center (JM-TCC) Yogyakarta menunjukkan kondisi tingkat kerusakan desa wisata atau sentra kerajinan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah akibat gempa tektonik 27 mei 2006 yang lalu. Beberapa sentra kerajinan seperti desa Kasongan dan Pundong di Bantul mengalami tingkat kerusakan berat sehingga praktis kegiatan produksi terhenti selang beberapa waktu.
Sentra kerajinan gerabah dan keramik Kasongan, terletak kurang lebih 10 KM dari Jogja, mencapai kerusakan wilayah desa hingga 80% yaitu kerusakan bangunan permukiman, galeri dan bengkel-bengkel produksi gerabah dan keramik. Kemudian 90% bangunan galeri yang terdapat di sepanjang jalur utama roboh. Juga terjadi kerusakan jaringan infrastruktur kawasan, khususnya jaringan listrik, komunikasi dan air bersih. Ruas jalan utama mengalami keretakan di beberapa bagian. Oleh karena itu, pegiatan perekonomian dan kepariwisataan sempat lumpuh dan aktivitas produksi terhenti; akibat rusaknya alat-alat dan SDM yang masih trauma akibat gempa.
Sedangkan sentra kerajinan gerabah dan keramik serta souvenir Pundong mengalami tingkat kerusakan wilayah desa 95% yang meliputi kerusakan bangunan permukiman, galeri dan bengkel-bengkel produksi gerabah/keramik. Kios-kios dan galeri, bengkel-bengkel produksi serta pusat pelatihan pembuatan keramik mengalami kerusakan total. Terjadi kerusakan jaringan infrastruktur kawasan, khususnya jaringan listrik, komunikasi dan air bersih. Aksesibilitas menuju kawasan desa wisata Pundong mengalami gangguan pada beberapa bagian akibat ruas jalan tertutup oleh reruntuhan.
Aktivitas produksi terhenti sebagai akibat rusaknya alat-alat dan SDM yang masih trauma akibat gempa. Terhentinya aktivitas produksi dikhawatirkan akan menimbulkan pengangguran bagi penduduk desa, karena mata pencaharian utama penduduk adalah sebagai pengrajin keramik saja.
Dua sentra kerajinan tersebut, Kasongan dan Pundong, sedang dalam pembersihan area dari reruntuhan. Namun masih diperlukan dukungan perbaikan jaringan infrastruktur kawasan. Pembangunan kembali fasilitas bengkel-bengkel, showroom atau kios cinderamata dan penyediaan alat-alat produksi, pusat informasi kerajinan juga dibutuhkan. Selain itu pendampingan psikologi bagi masyarakat dari trauma gempa juga penting untuk diperhatikan disamping pemberian bantuan kredit bagi pemulihan aktivitas ekonomi di dua kawasan tersebut.



Kirim Komentar