Secara geografis, Indonesia merupakan negara yang rentan bencana alam. Mulai dari gempa bumi tektonik, longsor, letusan gunung berapi, dan tsunami. Berdasarkan catatan The International Institute of Seismology and Earthquake Engineering, dalam waktu 15 tahun (1 Januari 1970 - 31 Desember 1984) telah terjadi 6.148 kali gempa dengan besar 4-7 SR. Berarti dalam satu tahun, terjadi 413 gempa di Indonesia.
Jalur pergerakan lempeng tektonik di Indonesia memanjang dari Andaman sampai Busur Banda Timur, melalui sebelah barat Sumatera, selatan Pulau Jawa, selatan Bali, NTB, NTT, sampai ke Laut Maluku dan Irian. BMG mencatat sejak tanggal 8 April sampai 30 Mei 2006 telah terjadi 40 kali gempa yang dirasakan di 12 propinsi. Lokasi gempa ini sesuai dengan peta jalur tektonik di Indonesia.

Oleh sebab itu, daerah yang termasuk dalam wilayah yang dilalui jalur tektonik dan memang telah mengalami getaran gempa harus waspada. Antisipasi gempa yang dapat dilakukan adalah pengenalan akan gempa, pemeriksaan berkala terhadap kondisi unit bangunan, persiapan peralatan darurat seperti P3K, senter, dll.
Antisipasi juga harus dilakukan oleh Pemerintah untuk wilayah-wilayah rawan tersebut. Posko Gempa sebaiknya didirikan dan selalu update berita seputar gempa dari BMG (dapat diakses di www.bmg.go.id atau hubungi Info Dini Gempa Bumi: 021-65866502, 021-4246321) sehingga kerusakan bencana alam dapat kita minimalisir sedini mungkin.



Kirim Komentar