Telah lewat dua minggu, sejak 27 Mei 2006, gempa tektonik yang melanda wilayah
Jogja, Klaten, dan sekitarnya. Kota Jogja pun mulai berbenah dan membangun diri
kembali untuk menghadirkan nuansa kota nostalgia yang berhati nyaman. Termasuk
pula salah satu usahanya adalah dengan karya seni mural sebagai seni rupa yang
dicurahkan melalui media tembok di jalanan.
Tampak salah satu karya seni mural yang baru ada di tembok bawah jembatan rel kereta, pada sebuah potongan jalan yang mengarah ke Kota Baru dan Malioboro. Tertulis ungkapan "sebuah proyek untuk mengenang tragedi gempa bumi 27 mei 2006" kemudian di bawahnya terdapat tulisan dalam huruf kapital "YKILC" dan "DEKA-ROT". Yang terakhir ini nampaknya menjadi nickname dari pembuat mural tersebut.
"MAJU BERSAMA!" menjadi tema utama mural tersebut sebagai salah satu dukungan seni dan budaya terhadap spirit masyarakat kota Jogja yang melewati ruas jalan tersebut. Di bawahnya lagi masih ada tulisan "PULIHKAN KEADAAN ..." serta beberapa kata peringatan seperti "HATI-HATI", "JAGA KEAMANAN", "AWAS MALING".
Grafiti mural tersebut menjadi tembok peringatan akan kejadian gempa bumi serta
berbagai kriminalitas yang muncul mengikuti kesusahan warga masyarakat perkotaan
dengan isu keamanan. Jogja memang kota seni dan budaya. Dalam keadaan bencana
pun, masih ada usaha menampilkan karya seni, tak semata-mata mencari popularitas,
namun untuk kemajuan bersama.
Maju Bersama! Bangun Jogja!



Kirim Komentar