Hingga kini, proses pembersihan reruntuhan bangunan diberbagai lokasi bencana gempa Jogja masih tergolong lambat. Sebagian dari korban belum memikirkan kapan dan bagaimana akan membersihkan puing-puing reruntuhan rumah mereka, mereka lebih berpikir bagaimana cara untuk bertahan hingga beberapa hari yang akan datang dengan mengandalkan berbagai bantuan yang ada.
Ditemui GudegNet di tenda pengungsian di dukuh Gandu Sendangtirto Berbah, Sleman; Harjiman (43 thn) sedang sibuk menerima bantuan dari berbagai pihak yang datang ke poskonya.
"Kami belum memikirkan kapan akan mulai merenovasi rumah kami. Disamping biaya yang belum ada, kami juga masih memikirkan bagaimana bisa makan dulu. Sampai saat ini kami hanya membersihkan puing-puing rumah kami yang bisa kami bersihkan dengan bantuan warga setempat. Sebenarnya kalau ada alat berat (bego-red) sih bisa lebih praktis dan cepat," ujarnya kepada GudegNet.
Saat ditanya tentang bantuan dari Pemerintah yang rencananya akan dikucurkan pada beberapa bulan yang akan datang, Harjiman mengaku belum tahu-menahu tentang hal tersebut. Namun bantuan itu diharapkan akan dapat benar-benar terwujud agar kehidupan warga dusunnya dapat berjalan kembali.
Renovasi rumah-rumah yang rubuh di daerah gempa hanya akan terwujud jika adanya
campur tangan Pemerintah melalui berbagai bantuan yang memang diperlukan oleh
warga yang hingga kini rata-rata masih kebingungan tentang masa depan mereka.



Kirim Komentar