Palang Merah Indonesia (PMI) adalah salah satu ujung tombak masyarakat dan negara sebagai organisasi kemasyarakatan dalam tindakan pertolongan pertama, apalagi dalam keadaan bencana seperti yang terjadi di daerah Jogja, Klaten dan sekitarnya. Melakukan evakuasi dan tindakan medis darurat adalah salah satu keahlian anggota-anggota PMI.
Ketika bencana gempa terjadi pada hari Sabtu (27/05), PMI dengan cepat bertindak dengan melakukan koordinasi untuk evakuasi dan tindakan medis darurat. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh kawan-kawan PMI Cabang Kodya Jogja yang bermarkas di Jl. Tegalgendu No. 25 Kotagede Yogyakarta. Bahkan mereka sampai harus "membangun" sebuah rumah sakit lapangan di markas tersebut untuk melakukan operasi ringan seperti patah dalam.
Aktivitas PMI Cabang Kodya tersebut memang di luar kebiasaan dan mungkin juga di luar kewenangan mereka, seperti membuat rumah sakit lapangan itu tadi. Namun keadaan bencana gempa ini memang harus membuat kawan-kawan PMI bekerja lebih dari biasanya. Dari dapur umum untuk petugas dan korban, distribusi bantuan, survey kebutuhan korban, statistik korban fisik dan hayati, donor darah, hingga pencarian orang hilang, menjadi satu kegiatan yang tak jarang harus dilakukan bersamaan.
"Konsentrasi kami memang di wilayah Kodya Jogja saja, mas. Tapi malahan ternyata harus covering seluruh wilayah DIY juga untuk distribusi bantuan logistik dan medis," ungkap Ageng, salah satu petugas PMI di Cabang Kodya yang sempat ditemui GudegNet.



Kirim Komentar