Ketika gudegNet berkunjung ke Ambarrukmo Plaza Yogkarta, terlihat proses pembersihan dan evakuasi barang-barang yang rusak sedang dilakukan oleh para pemilik tenant di plaza terbesar di Jawa Tengah dan DIY ini. Proses evakuasi berjalan dengan lancar karena sistem yang jelas dan relatif mudah. Para pemilik tenant hanya meminta surat dan meninggalkan kartu pengenal setelah sebelumnya mengisi nama tenant dan keperluannya.
Kerusakan plaza secara umum terjadi pada bagian tembok luar gedung yang rata-rata mengalami keretakan. Namun pada bagian dalam Plaza, hall dan tenant-tenant praktis tidak mengalami kerusakan yang berarti. Secara keseluruhan, kerusakan hanya sekitar 3 % dari total bangunan.
Menurut manajemen Ambarrukmo Plaza yang ditemui GudegNet, Arif, proses renovasi akan dilakukan mulai tanggal 8 Juni 2006 setelah mendapat sertifikasi dari tim Investigasi UGM yang telah melakukan investigasi sebelumnya. Tim ini dipilih oleh manajemen plaza untuk mendapatkan hasil yang obyekti tentang kondisi keseluruhan Ambarrukmo Plaza. Dalam waktu sekitar satu bulan, plaza ini diharapkan akan dapat beroperasi kembali.
"Tim investigasi dari UGM telah menyatakan bahwa Ambarrukmo Plaza aman secar
keseluruhan. Hingga kini proses pembersihan dan evakuasi barang-barang yang rusak
dari pemilik masih berlangsung, kemungkinan untuk beberapa hari ke depan," tandas
Arif kepada gudegNet pagi tadi.
Dari beberapa tenant yang ada di Ambarrukmo Plaza, sebagian besar berasal dari jakarta. Mereka pada umumnya optimis akan keadaan plaza dan kota Jogja secara umum yang akan kembali pulih. Keyakinan mereka membuktikan bahwa bencana gempa bukan hal harus disesali, namun rasa percaya diri akan keadaan yang lebih baik khususnya bagi warga kota wisata ini yang mulai harus ditumbuhkan.



Kirim Komentar