Menginjak hari keempat bencana gempa Jogja dan sekitarnya, lalu lintas di jalan raya menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pihak kepolisian dan berbagai elemen masyarakat pengguna jalan raya. Di beberapa daerah, seperti Kabupaten Bantul, masih banyak lampu pengatur lalu lntas yang padam sehingga jalanan menjadi kacau karena tenaga pengatur lalu lintas masih kurang.
Arus kendaraan bermotor menuju ke Kabupaten Bantul semakin hari semakin tinggi dan padat. Kecepatan kendaraan bermotor, terutama mobil, tampak sangat pelan dan bahkan cenderung padat merambat. Ada sebagian yang berusaha menghantarkan bantuan logistik, ada yang mencoba melakukan evakuasi sanak saudara, ada yang menonton akibat gempa, dan juga posko-posko darurat yang bertengger di badan-badan jalan raya.
Pihak kepolisian menyarankan agar posko-posko darurat tersebut dapat ditertibkan dan arus distribusi bantuan hendaknya diarahkan melalui SATKORLAK DIY dan satlak di setiap kabupaten. Hal ini juga dimaksudkan agar arus lalu lintas untuk berbagai keperluan tersebut tidak banyak terganggu, dan justru menjadi lancar.
Di Jogja dan Sleman sendiri, lalu lintas cukup lancar karena masih banyak lampu pengatur lalu lintas yang berfungsi dengan baik dan petugas tidak perlu repot-repot mengatur kepadatan lalu lintas. Kalaupun ada pelanggaran lalu lintas, seperti tidak menggunakan pelindung kepala, atau boncengan tiga orang satu motor, polisi masih memberikan toleransi selama keadaan bencana ini berlangsung. Namun pada dasarnya, peraturan lalu lintas masih diterapkan seperti biasanya.



Kirim Komentar