Suasana sepi hingga hari ini, Rabu (31/05) masih masih terlihat di pasar Beringharjo. Semua pintu masuk pasar ditutup dan di jaga oleh petugas pengamanan pasar. Beberapa penjual dan pembeli yang terlihat hendak memasuki pasar tidak diijinkan oleh petugas.
Hanya aktivitas kecil yang dilakukan oleh pedagang yang biasa berjualan di depan dan di samping pasar, namun mereka hanya berjualan makanan kecil, sayuran, bunga dan pedagang emas.
Ribuan tiang khususnya pada lantai tiga bangunan pasar mengalami keretakan yang cukup parah. Di samping itu, listrik di pasar beringharjo juga belum nyala. Dari laporan PLN, listrik baru dapat berfungsi kembali setelah sekitar satu bulan. PLN Yogyakarta harus memesan khusus generator untuk pasar Beringharjo yang rusak akibat gempa. Hingga kini kerugian akibat gempa masih belum dapat ditafsir.
"Kami belum dapat memastikan kapan pasar Beringharjakan kembali di buka. Memang dari luar bangunan nampak aman, namun ribuan tiang di lantai 3 mengalami kerusakan yang parah hingga kami memutuskan belum buka," kata Dhony, staf dinas pasar Beringharjo kepada gudegnet pagi tadi.
Masih terjadinya beberapa kali gempa susulan akhir-akhir ini juga dijadikan pertimbangan oleh pengelola pasar Beringharjo untuk tetap menutup pasar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dari pengamatan gudegnet, terlihat beberapa penjual memeriksa dan mengevakuasi barang dagangannya dari los pasar. Namun secara umum, barang dagangan di los-los pasar Beringharjo masih berada di tempatnya dan belum diambil oleh para pedagang. Hal itu berbeda dengan para pedagang di lanati satu yang sebagian beras menjual sayuran yang tidak bertahan lama. Barang dagangan mereka telah dievakuasi dari hari senin yang lalu.



Kirim Komentar