Tujuan utama dan terakhir dari para korban bencana alam gempa Jogja pada hari Sabtu (27/05) pagi itu adalah rumah sakit-rumah sakit yang terdekat. Gempa pertama kali terjadi sekitar pukul 05.50 WIB dan selang 10 hingga 15 menit .. halaman depan setiap rumah sakit telah dipenuhi para korban bencana dalam kondisi luka berat, luka ringan, dan juga telah meninggal dunia.
Kekacauan tampak terjadi di setiap rumah sakit karena pagi hari tersebut adalah
waktunya pergantian sesi jaga malam ke sesi pagi harinya. Paramedis yang jaga
malam telah terkondisi untuk pulang dan beristirahat dan saat itu petugas yang
baru belum datang. Pada saat yang bersamaan, ratusan orang telah berbondong-bondong
dalam keadaan kalut dan panik pada pagi hari itu.
RS Bethesda, RS Panti Rapih, RS Sardjito, RS PKU Muhammadiyah Jogja dan Bantul,
RS Ludiro Husodo, RSUD Klaten, RSUD Bantul dan lain sebagainya mengalami hal yang
sama.
Kekacauan paling tampak di RS Sardjito Yogyakarta karena rumah sakit ini yang menjadi rujukan terakhir bagi rumah sakit lainnya yang tidak dapat menangani pasien dengan kasus tertentu. Selain itu, sebagian besar korban bencana yang telah meninggal dunia dan tidak dapat diidentifikasi di rumah sakit kecil, langsung dirujuk ke RS Sardjito. Hingga hari Senin (29/05), masih terdapat 9 korban bencana gempa yang belum dikenal. Akan tetapi kesembilan korban tersebut sudah diidentifikasi. Permasalahannya adalah siapa yang kemudian harus bertanggungjawab atas jenazah tersebut? Koordinasi antar institusi pemerintah belum menunjukkan kinerja yang baik dan benar.
Data korban meninggal di RS Sardjito per 29 Mei 2006 pukul 20.45 WIB adalah sebagai
berikut: jumlah korban meninggal 115 orang yang terdiri dari 54 laki-laki dan
61 perempuan. Korban meninggal yang belum dikenal ada 9 orang, dan jumlah tersebut
termasuk jenazah yang belum diambil sejumlah 13 orang. Kemudian jenazah yang sudah
diambil mencapai 102 orang.
Sedangkan yang ditangani di RSUD Bantul pada tanggal 29 Mei 2006, adalah 4 orang
(2 laki-laki dan 2 perempuan) dengan jumlah seluruhnya yang meninggal di rumah
sakit tersebut sebanyak 33 orang.
Sementara itu, korban meninggal warga Belanda, yaitu Dr. Boudenwijn Brands (56) yang berasal dari Dirk Schaferstrat 33-3, NL-1076 BB, Amsterdam, Belanda dengan nomor paspor NF 57773774, telah diambil oleh Zulkarnain sebagai penanggungjawab jenazah.



Kirim Komentar