Tanggal 20 Desember 2008 yang akan datang, bertempat di Padepokan Seni (Taman Budaya Yayasan Bagong Kussudiardja), akan diadakan EDUkonser Musik Kua Etnika.
Kegiatan yang akan dihadiri oleh seribu orang siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta ini, merupakan salah satu perwujudan dari Program Anjangsana dari Yayasan Bagong Kussudiardja yang dilaksanakan untuk tahun 2008 ini.
Program Anjangsana sendiri adalah program apresiasi seni dalam bentuk pergelaran karya seni pertunjukkan yang diciptakan untuk menyampaikan materi-materi pembelajaran yang spesifik kepada masyarakat secara lebih segmented.
Oleh karenanya, kali ini yang menjadi sasaran adalah siswa-siswa SMP, dengan pertimbangan bahwa pada masa-masa itu siswa SMP berada pada masa-masa peralihan yang "bukan lagi anak-anak tapi belum sepenuhnya dewasa", dan dalam masa pertumbuhan tersebut mereka mulai menyadari dan mempertanyakan keberadaan diri mereka sendiri baik secara fisik maupun non fisik.
Fase di mana mereka juga mulai menanyakan fenomena yang terjadi di sekitar lingkungan mereka sebagai dasar bagi mereka untuk memosisikan diri dalam lingkungan tersebut, baik di keluarga maupun lingkungan sosial lainnya yang lebih luas. Apa yang dirasakan dan dipahami dengan kenyataan sosial memunculkan bentuk-bentuk proses eksplorasi diri yang kemudian dipahami sebagai proses pencarian jati diri.
Hal tersebutlah yang memberi ide Kua Etnika melakukan sebuah proses pembelajaran yang dilakukan melalui media musik terhadap siswa-siswa tersebut. Adapun wilayah dan materi pembelajaran tersebut terdiri atas: Potensi dan Kepercayaan Diri, Mengekspresikan Diri, Interaksi, dan Refleksi Diri.
Dengan ditemani oleh tiga orang guru dari setiap sekolahmasing-masing mengampu mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Kesenian, seribu siswa tersebut akan menghadiri Edukonser Musik ini.
Baik Butet Kertaradjasa, Jeannie Park, Besar Widodo, dan Djaduk Ferianto sebagai pengurus Yayasan Bagong Kussudiardja, berulangkali menekankan bahwa kegiatan ini bukan merupakan sebuah konser musik di mana ada pemain musik yang ditonton dan di sisi lain ada para penonton yang memainkan musik tersebut.
Namun, kegiatan yang merupakan kerjasama antara Yayasan Bagong Kussudiardja, Dinas Pendidikan Nasional DIY, dan salah satu provider telepon selular di Indonesia ini, adalah sebuah proses pembelajaran bagi para siswa tersebut, dengan menggunakan musik sebagai medianya. Singkatnya, ini merupakan sebuah peristiwa kebudayaan untuk edukasi kepada khalayak, yang dalam konteks ini adalah siswa-siswa SMP.
Oleh karenanya pada saat pelaksanaannya nanti, sebelum mengikuti Edukonser para siswa terlebih dahulu diberikan semacam formulir yang harus diisi, yang di dalamnya terdapat pertanyaan-pertanyaan seputar seni, musik, teknologi, dan informasi mengenai tentang "Diri" siswa yang bersangkutan.
Adapun dalam jumpa pers yang dilakukan di kediaman Butet Kertaradjasa kemarin (15/12), dijelaskan pula bahwa seribu siswa yang akan mengikuti Edukonser tersebut, akan dibagi menjadi dua gelombang yang tiap gelombangnya terdiri dari lima ratus orang, masing-masing pada pukul 10:00 WIB dan 14:00 WIB.
Jadi, mari kita tunggu bagaimana proses pembelajaran yang unik dan menarik dari Yayasan Bagong Kussudiardja ini berlangsung.
Kegiatan yang akan dihadiri oleh seribu orang siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta ini, merupakan salah satu perwujudan dari Program Anjangsana dari Yayasan Bagong Kussudiardja yang dilaksanakan untuk tahun 2008 ini.
Program Anjangsana sendiri adalah program apresiasi seni dalam bentuk pergelaran karya seni pertunjukkan yang diciptakan untuk menyampaikan materi-materi pembelajaran yang spesifik kepada masyarakat secara lebih segmented.
Oleh karenanya, kali ini yang menjadi sasaran adalah siswa-siswa SMP, dengan pertimbangan bahwa pada masa-masa itu siswa SMP berada pada masa-masa peralihan yang "bukan lagi anak-anak tapi belum sepenuhnya dewasa", dan dalam masa pertumbuhan tersebut mereka mulai menyadari dan mempertanyakan keberadaan diri mereka sendiri baik secara fisik maupun non fisik.
Fase di mana mereka juga mulai menanyakan fenomena yang terjadi di sekitar lingkungan mereka sebagai dasar bagi mereka untuk memosisikan diri dalam lingkungan tersebut, baik di keluarga maupun lingkungan sosial lainnya yang lebih luas. Apa yang dirasakan dan dipahami dengan kenyataan sosial memunculkan bentuk-bentuk proses eksplorasi diri yang kemudian dipahami sebagai proses pencarian jati diri.
Hal tersebutlah yang memberi ide Kua Etnika melakukan sebuah proses pembelajaran yang dilakukan melalui media musik terhadap siswa-siswa tersebut. Adapun wilayah dan materi pembelajaran tersebut terdiri atas: Potensi dan Kepercayaan Diri, Mengekspresikan Diri, Interaksi, dan Refleksi Diri.
Dengan ditemani oleh tiga orang guru dari setiap sekolahmasing-masing mengampu mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Kesenian, seribu siswa tersebut akan menghadiri Edukonser Musik ini.
Baik Butet Kertaradjasa, Jeannie Park, Besar Widodo, dan Djaduk Ferianto sebagai pengurus Yayasan Bagong Kussudiardja, berulangkali menekankan bahwa kegiatan ini bukan merupakan sebuah konser musik di mana ada pemain musik yang ditonton dan di sisi lain ada para penonton yang memainkan musik tersebut.
Namun, kegiatan yang merupakan kerjasama antara Yayasan Bagong Kussudiardja, Dinas Pendidikan Nasional DIY, dan salah satu provider telepon selular di Indonesia ini, adalah sebuah proses pembelajaran bagi para siswa tersebut, dengan menggunakan musik sebagai medianya. Singkatnya, ini merupakan sebuah peristiwa kebudayaan untuk edukasi kepada khalayak, yang dalam konteks ini adalah siswa-siswa SMP.
Oleh karenanya pada saat pelaksanaannya nanti, sebelum mengikuti Edukonser para siswa terlebih dahulu diberikan semacam formulir yang harus diisi, yang di dalamnya terdapat pertanyaan-pertanyaan seputar seni, musik, teknologi, dan informasi mengenai tentang "Diri" siswa yang bersangkutan.
Adapun dalam jumpa pers yang dilakukan di kediaman Butet Kertaradjasa kemarin (15/12), dijelaskan pula bahwa seribu siswa yang akan mengikuti Edukonser tersebut, akan dibagi menjadi dua gelombang yang tiap gelombangnya terdiri dari lima ratus orang, masing-masing pada pukul 10:00 WIB dan 14:00 WIB.
Jadi, mari kita tunggu bagaimana proses pembelajaran yang unik dan menarik dari Yayasan Bagong Kussudiardja ini berlangsung.



Kirim Komentar