Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (FSR ISI) Yogyakarta akan menggelar pameran besar dengan tema "The Highlight: dari Medium ke Transmedia" yang akan digelar pada 20-31 Desember 2008 di Jogja National Museum (JNM).
Pameran ini akan diikuti oleh tiga elemen perupa ISI Yogyakarta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan alumni yang menggelar total karya sejumlah 181 karya. Masing-masing terdiri dari 87 dari alumni, 42 dari mahasiswa, dan 52 dari dosen FSR ISI Yogyakarta. Karya yang dihasilkan terdiri dari berbagai karya seni rupa lintas media (transmedia) dari tiga jurusan yakni seni murni, disain, dan kriya seni.
"Pameran ini adalah pameran besar yang diikuti oleh tiga elemen yakni dosen fakultas, mahasiswa, dan alumni FSR ISI Yogyakarta," kata ketua panitia pameran, Deni Junaedi di Jogja National Museum, Jumat (19/12).
Seperti diketahui, hingga saat ini ISI Yogyakarta telah menghasilkan banyak seniman yang mampu berkiprah tak hanya di pentas nasional saja, tapi juga di pentas internasional. Dengan pameran ini diharapkan potensi ISI sebagai pencetak seniman berkualitas akan semakin terlihat.
"FSR ISI Yogyakarta adalah induk dari sejumlah seniman yang kini telah menjadi tenaga profesional. Dengan kata lain, FSR ISI adalah induk dari seni rupa di Indonesia. Jadi dengan pameran ini sebagai pembuktian potensi ISI di dunia seni rupa," kata Dekan FSR ISI, Agus Burhan.
Pameran ini direncanakan akan dibuka oleh Walikota Yogyakarta Herry Zudianto pada Sabtu, 20 Desember 2008 pukul 19.00 WIB dengan hiburan musik dari Singgih Sanjaya Jazz Ensamble.
Sementara itu mengenai dipilihnya Jogja National Museum (JNM) sebagai lokasi pameran adalah dengan pertimbangan bahwa kampus ini adalah habitat asli para seniman yang dulunya pasti merasakan belajar di kampus yang dulunya adalah Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) ini.
Pameran ini akan diikuti oleh tiga elemen perupa ISI Yogyakarta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan alumni yang menggelar total karya sejumlah 181 karya. Masing-masing terdiri dari 87 dari alumni, 42 dari mahasiswa, dan 52 dari dosen FSR ISI Yogyakarta. Karya yang dihasilkan terdiri dari berbagai karya seni rupa lintas media (transmedia) dari tiga jurusan yakni seni murni, disain, dan kriya seni.
"Pameran ini adalah pameran besar yang diikuti oleh tiga elemen yakni dosen fakultas, mahasiswa, dan alumni FSR ISI Yogyakarta," kata ketua panitia pameran, Deni Junaedi di Jogja National Museum, Jumat (19/12).
Seperti diketahui, hingga saat ini ISI Yogyakarta telah menghasilkan banyak seniman yang mampu berkiprah tak hanya di pentas nasional saja, tapi juga di pentas internasional. Dengan pameran ini diharapkan potensi ISI sebagai pencetak seniman berkualitas akan semakin terlihat.
"FSR ISI Yogyakarta adalah induk dari sejumlah seniman yang kini telah menjadi tenaga profesional. Dengan kata lain, FSR ISI adalah induk dari seni rupa di Indonesia. Jadi dengan pameran ini sebagai pembuktian potensi ISI di dunia seni rupa," kata Dekan FSR ISI, Agus Burhan.
Pameran ini direncanakan akan dibuka oleh Walikota Yogyakarta Herry Zudianto pada Sabtu, 20 Desember 2008 pukul 19.00 WIB dengan hiburan musik dari Singgih Sanjaya Jazz Ensamble.
Sementara itu mengenai dipilihnya Jogja National Museum (JNM) sebagai lokasi pameran adalah dengan pertimbangan bahwa kampus ini adalah habitat asli para seniman yang dulunya pasti merasakan belajar di kampus yang dulunya adalah Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) ini.



Kirim Komentar