Pariwisata
Keraton dan Andong, Perpaduan Budaya yang Serasi untuk Berlibur
Libur panjang telah tiba. Akhir Desember 2008 yang punya banyak libur ini dimanfaatkan banyak orang untuk pulang kampung. Salah satunya pulang ke Yogyakarta.
Setelah puas bertemu dan bercengkrama dengan keluarga, banyak yang memanfaatkan ajang liburan ini dengan berekreasi. Tempat-tempat wisata di Yogyakarta jadi ramai dikunjungi. Seperti Keraton Ngayogyakarta.
Tempat bersejarah ini biasanya sepi dari pengunjung, pada hari biasa. Paling banter wisatawan luar negeri yang sedang berlibur di kota Jogja. Atau siswa-siswi sekolah yang sedang mendapat tugas dari sekolah saja. Tapi pada liburan panjang saat ini, semua orang dari penjuru kota berkumpul di tempat ini untuk menyaksikan kehebatan bangunan yang menjadi sejarah Yogyakarta ini.
Lapangan Alun-alun Utara yang menjadi halaman Keraton Ngayogyakarta terlihat sesak dijejali beberapa kendaraan roda dua dan empat. Bus-bus pariwisata yang mengantarkan rombongan siswa siswi sekolah yang piknik ke Yogyakarta berjejer-jejer memenuhi lapangan alun-alun.
Pedagang-pedagang yang biasanya berdagang di lain tempat sekarang memenuhi halaman parkir di depan Pagelaran Keraton. Ada yang menjual makanan, kerajinan khas Yogyakarta dan baju-baju batik yang sedang trend saat ini.
Liburan panjang seperti ini memang dimanfaatkan beberapa pedagang untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Seperti Sumarsih (40) yang biasa berjualan di Malioboro, dengan tak tik yang cerdik ia membagi barang dagangannya menjadi dua bagian. "Yang satu saya jual di Malioboro, yang jaga Adik. Kalau saya jualan yang di depan Keraton ini," ujarnya.
Senada dengan Sumarsih, Antok (45) pedagang Es yang biasa mangkal di depan SD, kini mencoba meraup untung dengan berjualan di depan Keraton. "Lha sekolahnya libur, ya saya mangkal disini," jelasnya.
Itu hanya dua dari ratusan pedagang yang memadati halaman luar Keraton. Rata-rata semua pedagang yang mencoba mengadu nasib di halaman depan Keraton punya pendapat sama. Sama-sama rejekinya lebih lancar, sama-sama dapat untung banyak. Keuntungan mereka dari hari biasanya bisa naik sampai tiga kali lipat.
Dewi Fortuna tidak hanya berpihak pada pedagang-pedagang saja. Andong juga punya tempat di hati para wisatawan. Jumlah andong yang beroperasi pun meningkat. Kalau kita jarang melihat andong dipenuhi penumpang, sekarang Andong kadang-kadang bikin macet jalanan.
"Pendapatan saya jadi naik sekarang. Dua kali lipat. Kadang-kadang saya capek juga," ungkap Harjono, kusir andong yang kerap mangkal di Malioboro. Tapi rasa senangnya memang tak terkira disaat liburan seperti ini. Untung tiba-tiba saja ada di depan mata.
Untuk Anda yang sedang berlibur atau punya rencana berlibur ke Yogyakarta tahun depan, bisa mencoba naik andong menuju Keraton. Ya, Anda boleh berangan-angan menjadi puteri Keraton yang diarak memakai andong.
Liburan memang milik siapa saja. Liburan memang selalu ditunggu-tunggu. Apalagi libur panjang seperti ini. Semoga liburan akhir tahun ini membawa kebahagian di akhir tahun untuk Anda. Dan buatlah agenda Anda di liburan tahun depan untuk tetap mengunjungi Yogyakarta.



Kirim Komentar