Kuliner

Bakpia Tetap jadi Idola

Oleh : Margareta Endah W / Senin, 00 0000 00:00

Angka 97 memang mebawa hoki bagi Ferry Darmawan (31). Libur panjang seperti akhir Desember 2008 ini membawa keuntungan tak terduga untuk Ferry. Bakpia yang diproduksi bersama lima karyawannya di rumah produksi Bakpia 97, Ngampilan laris manis. 

Tak hanya tempat-tempat wisata yang jadi idola penikmat liburan. Wisata kuliner yang sedang trend saat ini juga jadi perhatian wisatwan pada liburan kali ini. Mencicipi makanan khas daerah, khususnya Yogyakarta memang tak boleh terlewat begitu saja.

Ada banyak makanan khas Yogyakarta yang bisa kita dapatkan di berbagai tempat. Ada Gudeg, Burung Dara goreng sampai bakmi Jawa. Untuk kue-kue yang biasa dijadikan buah tangan para wisatawan, ada Bakpia, Yangko, Wajik, Enting-enting gepuk dan Brem.

Menurut Ferry, Bakpia tetap paling diminati oleh wisatawan. Mereka tak segan-segan memborong Bakpia dalam jumlah besar untuk oleh-oleh sanak saudara di tempat asal mereka. "Dimana-dimana orang pasti cari Bakpia. Sehari kalau libiran gini habis 300 kotak. Kalau hari biasa paling hanya 40 kotak. Pendapatan ya jelas berlipat-lipat kalau liburan," jelas Ferry. 

Bakpia punya rasa dan harga yang bermacam-macam. Seperti Bakpia yang berisi kacang hijau dihargai Rp 12.000,00, isi coklat Rp 13.000,00, keju Rp 16.000,00, kumbu hitam Rp 14.000,00 dan rasa yang terbaru blueberry Rp 13.000,00. Harga-harga itu adalah harga per kotak Bakpia. Satu kotak Bakpia yang dijual oleh Ferry berisi 20 buah bakpia.    

Selain memborong Bakpia, liburan kali ini banyak wisatawan yang membeli Wedhang Uwuh. "Uwuh" dari kata "sampah" tapi bukan isinya sampah yang ada di tempat pembuagan akhir. Tapi sampah-sampah ini berkhasiat. Ada serutan kayu secang, jahe serta daun-daun kering yang jadi rahasia pabrik.

Wedhang ini mempunyai khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Seperti masuk angin, batuk, menyembuhkan sakit gigi dan memberi kehangatan seperti pada saat cuaca dingin seperti ini. Wedhang yang rasanya pedas-pedas manis ini dijual Ferry dengan harga Rp 4.000,00. Jangan khawatir dengan harga itu, Anda bisa mendapatkan dua bungkus Wedhang Uwuh yang dikemas dengan sebuah tas mungil bercorak batik. 

Mau yang renyah-renyah, Anda bisa mencoba keripik belut yang dihargai Rp 8.000,00-16.000,00 per kemasan dan keripik Paru yang dihargai Ferry Rp 24.000,00 per kemasan.

Krisis global saat ini tak berpengaruh bagi perkembangan usaha bakpia pada umumnya. Hanya saja, minyak tanah sebagai bahan bakar pembuatan Bakpia semakin susah dicari dan mahal. Ya, semoga saja hoki yang dipercaya Ferry dari angka 97 bisa tetap terus membawa keberuntungan baginya. 

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini