Seni & Budaya

Tradisi Lomba Panahan Sepi Peserta

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00
Tradisi Lomba Panahan Sepi Peserta

Lomba Panahan Tradisional - Kemandungan, Alun-alun Selatan YogyakartaTak seperti pada pelaksanaan sebelumnya, tradisi  Lomba Panahan Tradisional yang digelar setiap hari Selasa Wage di halaman Kemandungan, Alun-alun Selatan Kraton Yogyakarta kali ini, Selasa sore (10/02/09) hanya diikuti oleh sedikit peserta.

Menurut Ketua Panitia KRT Maryoso Wasito, sedikitnya peserta yang andil dalam lomba panahan kali--hanya sebanyak tujuh peserta--disebabkan oleh sempat terhentinya pelaksanaan lomba 70 harian ini beberapa waktu lalu.

"Lomba ini sempat berhenti beberapa waktu lalu dan tidak diselenggarakan. Mungkin peserta belum begitu tahu meskipun sudah kami undang. Selain itu faktor cuaca yang kurang mendukung mungkin menjadi alasan mereka," katanya.

Menurut panitia dan beberapa peserta yang selalu turut dalam perlombaan ini, jumlah rata-rata peserta tiap perlombaan biasanya mencapai 60 peserta. "Kalau dulu bisa sampai 60 orang," celetuk salah satu peserta wanita,

Kompetisi yang tak hanya diikuti oleh masyarakat Yogyakarta ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk melesatkan anak panah ke target berjarak sekira 20 meter sebanyak 20 kali yang dibagi menjadi empat kali kesempatan dalam lima babak.

"Tiap pertandingan ada 20 rambahan (tembakan panah -red) yang dibagi menjadi lima babak dengan empat kali kesempatan per babak. Jika ada yang mengenai wong-wongan (target -red) empat berturut-turut dalam satu babak akan mendapat medali Ekoloyo berupa emas murni seberat empat gram," ujarnya.

Menurut Maryoso, medali Ekoloyo terakhir kali diraih oleh peserta lomba panahan pada tahun 1988. Setelah itu, hingga saat ini belum ada peserta yang mampu mengenai wong-wongan empat kali berturut -turut.

"Terakhir kali medali Ekoloyo diraih pada tahun 1988. Sampai sekarang, belum ada peserta yang bisa meraihnya lagi. Memang tidak mudah mengenai wong-wongan sebanyak empat kali berturut-turut," katanya.

Pada perlombaan yang juga diikuti oleh peserta wanita ini, juara pertama akan mendapatkan tropi dan uang pembinaan sebesar Rp 100 ribu, juara kedua akan mendapatkan tropi dan uang pembinaan sebesar Rp 75 ribu, dan juara ketiga akan mendapatkan tropi dan uang pembinaan sebesar Rp 50 ribu.

Lomba panahan yang digelar dua lapan (70 hari -red) sekali ini hingga kini masih dipertahankan. Tradisi ini merupakan kegiatan untuk memeringati dinobatkannya Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Raja Kraton Yogyakarta pada 7 Maret 1989 atau Selasa Wage, 29 Rejeb, Wawu 1921.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM



    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini