Meski belum ditemukan kasus flu babi di Indonesia, Menteri Pertanian Anton Apriyantono tetap menyarankan untuk mengisolasi peternakan babi jika mendatang penyebarannya dirasa membahayakan masyarakat.
"Merelokasi peternakan pada daerah yang terisolasi adalah pilihan terakhir untuk mengurangi risiko penyebaran flu babi," katanya usai seminar "Indonesia Untuk Ketahanan Pangan Dunia" di UGM, Kamis (7/5).
Menurut Anton, saat ini memang belum ada perintah untuk pengisolasian ternak babi mengingat memang belum ada kasus positif flu babi yang terjadi di Indonesia. Tapi menurutnya, pencegahan harus tetap menjadi prioritas utama.
"Meski sekarang penyebaran flu babi baru dari manusia ke manusia, risiko penularan dari babi ke manusia bisa saja terjadi, sehingga harus tetap waspada. Ternak-ternak perlu ditertibkan soal pengawasan kesehatannya," ujarnya.
Mengenai dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat isu flu babi, Anton menyarankan agar peternak babi beralih menjadi peternak hewan lain yang relatif aman dari penyakit.
"Alternatif ini juga harus dipikirkan oleh peternak. Jangan sampai hanya menggeluti ternak babi saja," katanya.
Beberapa waktu lalu, Pemerintah melalui Menteri Kesehatan menetapkan kasus flu babi atau Swine Influenza atau lebih tepat disebut flu Meksiko pada kondisi siaga tingkat 5, satu level sebelum pandemi ketika penyebarannya dari babi ke manusia.
"Merelokasi peternakan pada daerah yang terisolasi adalah pilihan terakhir untuk mengurangi risiko penyebaran flu babi," katanya usai seminar "Indonesia Untuk Ketahanan Pangan Dunia" di UGM, Kamis (7/5).
Menurut Anton, saat ini memang belum ada perintah untuk pengisolasian ternak babi mengingat memang belum ada kasus positif flu babi yang terjadi di Indonesia. Tapi menurutnya, pencegahan harus tetap menjadi prioritas utama.
"Meski sekarang penyebaran flu babi baru dari manusia ke manusia, risiko penularan dari babi ke manusia bisa saja terjadi, sehingga harus tetap waspada. Ternak-ternak perlu ditertibkan soal pengawasan kesehatannya," ujarnya.
Mengenai dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat isu flu babi, Anton menyarankan agar peternak babi beralih menjadi peternak hewan lain yang relatif aman dari penyakit.
"Alternatif ini juga harus dipikirkan oleh peternak. Jangan sampai hanya menggeluti ternak babi saja," katanya.
Beberapa waktu lalu, Pemerintah melalui Menteri Kesehatan menetapkan kasus flu babi atau Swine Influenza atau lebih tepat disebut flu Meksiko pada kondisi siaga tingkat 5, satu level sebelum pandemi ketika penyebarannya dari babi ke manusia.



Kirim Komentar