Peternak babi di DIY diharapkan bersedia pro aktif dalam mengantisipasi kemunginan terjangkitnya virus H 1 N 1. Salah satunya adalah dengan mengisolasi kandang dan kotoran yang dihasilkan ternak babi.
"Kami imbau agar peternak tidak membuang kotoran babi ke salutan umum, harus melalui salurang khusus untuk kotoran babi," kata kata Retno Setijowati, Sekretaris Dinas Pertanian DIY beberapa waktu lalu di Kepatihan.
Selain itu, Retno juga menegaskan agar peternak selalu melakukan bio security dan sanitasi di kandang ternak babi untuk menghindari segala kemungkinan penyebaran penyakit flu Meksiko tersebut.
"Setelah melakukan pembersihan di kandang babi, peternak harus ganti sepatu dan pakaian sebelum meninggalkan kandang," ujarnya.
Sementara itu mengenai kemungkinan penyakit yang ada, Retno menyarankan agar peternak dan masyarakat umum segera menghubungi petugas kesehatan terdekat jika ada tanda penyakit menular.
"Jika ada tanda klinis penyakit menular, peternak bisa periksakan ternaknya ke puskemas atau ke setiap petugas flu burung (sekarang menangani flu Meksiko -red) yang ada di kabupaten dan kota," katanya.
Sejak 30 April lalu, Pemerintah Propinsi DIY telah melakukan penyemprotan desinfektan guna mencegah pertumbuhan dan pernyebaran flu Meksiko. Saat ini diketahui, penyebarannya masih sebatas dari manusia ke manusia.
"Flu babi belum terbukti ditularkan lewat daging. Jika daging dimasak normal dalam suhu minimal 70 derajat Celcius, saya kira akan aman-aman saja.
"Kami imbau agar peternak tidak membuang kotoran babi ke salutan umum, harus melalui salurang khusus untuk kotoran babi," kata kata Retno Setijowati, Sekretaris Dinas Pertanian DIY beberapa waktu lalu di Kepatihan.
Selain itu, Retno juga menegaskan agar peternak selalu melakukan bio security dan sanitasi di kandang ternak babi untuk menghindari segala kemungkinan penyebaran penyakit flu Meksiko tersebut.
"Setelah melakukan pembersihan di kandang babi, peternak harus ganti sepatu dan pakaian sebelum meninggalkan kandang," ujarnya.
Sementara itu mengenai kemungkinan penyakit yang ada, Retno menyarankan agar peternak dan masyarakat umum segera menghubungi petugas kesehatan terdekat jika ada tanda penyakit menular.
"Jika ada tanda klinis penyakit menular, peternak bisa periksakan ternaknya ke puskemas atau ke setiap petugas flu burung (sekarang menangani flu Meksiko -red) yang ada di kabupaten dan kota," katanya.
Sejak 30 April lalu, Pemerintah Propinsi DIY telah melakukan penyemprotan desinfektan guna mencegah pertumbuhan dan pernyebaran flu Meksiko. Saat ini diketahui, penyebarannya masih sebatas dari manusia ke manusia.
"Flu babi belum terbukti ditularkan lewat daging. Jika daging dimasak normal dalam suhu minimal 70 derajat Celcius, saya kira akan aman-aman saja.



Kirim Komentar