Seni & Budaya

Visualisasi Carut Marut Dunia Pendidikan

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00
Visualisasi Carut Marut Dunia Pendidikan

Sebuah sepeda roda tiga dibuat agar seolah menjadi seperti helicak tanpa motor. Jika pada helicak sesungguhnya pada salah satu sisinya terbuat dari kursi yang relatif nyaman dan telindungi, pada sepeda ini tidaklah demikian. Pada sisi kiri sepeda dibuatkan sepasang meja dan kursi sekolah berhadapan yang penempatannya sengaja digantung pada sisi tersebut.

Sepeda tersebut adalah sebuah seni instalasi karya Eddi Prabandono yang merespon tema pameran "Guru Oemar Bakri" yang ditawarkan oleh Jogja Gallery yang digelar mulai Rabu malam (12/5) kemarin. Tema in sengaja diangkat untuk mengkritisi hari pendidikan nasional yang jatuh pada 2 Mei lalu.

Dari karya yang berjudul "Table Scandal", Eddi terlihat mencoba memvisualisasikan betapa tidak nyamannya dunia pendidikan di Indonesia. Siapapun pastinya menyadari bagaimana mungkin belajar di sebuah sepeda yang digantung pada salah satu sisinya. Judunya juga mensyaratkan bagaimana meja sebagai simbol dunia pendidikan sering kali menghasilkan skandal yang justru dilakukan oleh oknum-oknum di institusi pendidikan.

Kegamangan lain juga ditunjukkan oleh perupa Bunga Jeruk yang secara khusus menciptakan karya patung "Selamat Belajar". Sekilas mungkin tak ada yang salah dengan murid SD yang diciptakannya. Pakaiannya hingga sepatu dan kaos kakinya rapi. Tapi jika diperhatikan, wajah murid tersebut tak mampu menyembunyikan ekpresi kemurungan khas seorang anak. Secara persis tak ada yang tahu apa yang sedang dialaminya. Yang pasti, sesuatu yang mengkhawatirkan sepertinya sedang terjadi padanya dalam hubungannya dengan sekolah tempat belajarnya.

Pada pameran ini, tokoh guru ternyata mampu menarik perupa untuk merespon dan menghasilkan karya seni visual. Perupa Wara Anindyah dan Khairudin menceritakan sebuah kejadian klasik yang ternyata masih saja terjadi di dunia pendidikan Indonesia. Apalagi kalau tidak kekerasan terhadap murid dan siswa sekolah. Dalam karya Wara "Guru Galak", dan Khairudin "Pelajaran Pertama" terlihat jelas bagaimana soerang guru dengan bangga menjewer telinga muridnya sebagai salah satu bagian tugasnya dalam mengajar.

Momen pendidikan nasional ternyata tak melulu harus dihubungkan dengan sang pengajar. Perupa Iwan Hasto lebih memilih untuk memvisualisasikan fenomena kenakalan pelajar dalam karya lukisnya yang diberi judul "Monumen Tawuran Pelajar". Dalam karyanya, Iwan dengan tegas menggambarkan pelajar yang sedang terlibat tawuran. Keduanya tak lagi lagi hanya membawa peralatan sekolah, tapi juga membawa peralatan tukang bangunan yakni batu.

Berbeda dengan sejumlah perupa di atas yang memaknai tema pameran dari sudut pandang yang miris. Sejumlah perupa ternyata memberikan tak lupa untuk memberikan penghargaan kepada sang pahlawan tanpa tanda jasa. Khusna Hardiyanto dalam karya instalasinya "Open the Darkness" memaknai guru tak bedanya dengan sebuah kunci kesuksesan bagi murinya. Lebih lanjut Khusna menambahkan sesosok burung hantu warna putih (biasanya burung hantu warna hitam -red) yang menyimbulkan pembawa terang dalam dunia pendidikan.

Pameran atas konsep Suwarno Wisetrotomo ini sengaja digelar untuk merespon tema hari pendidikan nasional. Melalui karyanya, perupa diharapkan mampu menghadirkan karya yang dapat diinterpretasikan secara beragam oleh masyarakat.

"Seni itu menimbulkan metafor. Dan metafor adalah salah satu media efektif untuk menggugah sensitivitas seseorang setelah melihat sebuah karya seni," kata Suwarno di Jogja Gallery, Selasa malam (12/5).

Pameran yang menghadirkan 48 perupa dan 51 karya seni visual ini sedianya akan berlangsung hingga 7 Juni mendatang di Jogja Gallery. Karya dua dimensi, tiga dimensi dan foto dari mayoritas perupa muda dalam pameran ini cukup memberikan tawaran interpretasi beragam yang diciptakan oleh perupa melalui karyanya.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini