Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) yang telah terselenggara hingga kali ke-21 pada tahun ini dinilai telah kehilangan rohnya sebagai sebuah hajatan besar seni budaya kota dan kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Kali ini kami akan mengembalikan roh FKY dengan bekerjasama dengan kabupaten dan kota di DIY agar potensi kesenian masyarakat DIY dapat terangkat," kata Ketua Panitia FKY XXI, Kasidi Hadiprajitno di Kantor Dinas Kebudayaan Propinsi DIY, Sabtu (16/5).
Untuk itu, tahun ini FKY XXI-2009 mengangkat tema "Golong Gilig: Seni dan Budaya Berawal dari Keluarga" yang diharapkan mampu mengembalikan semangat kebersamaan masyarkat Yogyakarta.
"Golong-gilig adalah spirit yang pernah dijadikan pegangan untuk menggelorakan semangat perjuangan kawulo Ngayogyokarto ketika Pangeran Mangkubumi berjuang melawan Belanda paska Giyanti tahun 1755. Pesannya adalah persatuan dan kesatuan dalam berkesenian, yang tidak mengenal sekat pemisah," ujarnya.
Sebelumnya, FKY 2009 yang masih akan dipusatkan di Benteng Vredeburg direncanakan digelar selama sebulan penuh, namun mengingat pada waktu tersebut bersamaan dengan penyelenggaraan Pilpres maka penyelenggaraan FKY pun harus disesuaikan.
"FKY semula direncanakan sebulan penuh pada 7 Juni-7 Juli 2009, karena bersamaan dengan masa tenang Pilpres pada 1-7 Juli, maka FKY diajukan pada 7 - 30 Juni 2009 yang hanya selama 23 hari," katanya.
Meski mengaku serba terbatas, namun panitia FKY mengaku optimis dengan penyelenggaraan FKY XXI-2009 yang kali ini menampilkan ikon baru yakni Gamelan Anak dan Wayang Damen serta festival Gandrung Kethoprak.
"Karena kami tidak mendapat sponsor, maka kami hanya mengandalkan APBD sebesar Rp 500 juta. Meski demikian kami tetap yakni potensi lokal DIY akan mampu go internasional seperti Reog Ponorogo," tegasnya.
FKY XXI-2009 nantinya akan dibuka pada Minggu, 7 Juni 2009 dengan pawai pembukaan yang diawali dari Alun-Alun Sewandanan Pura Pakualaman menuju Stadion Mandala Kridha. Direncankan, pawai tersebut akan diramaikan oleh 18 grup dengan pengawalan Bergada Prajurit Kasultanan dan Pakulaman.
"Kali ini kami akan mengembalikan roh FKY dengan bekerjasama dengan kabupaten dan kota di DIY agar potensi kesenian masyarakat DIY dapat terangkat," kata Ketua Panitia FKY XXI, Kasidi Hadiprajitno di Kantor Dinas Kebudayaan Propinsi DIY, Sabtu (16/5).
Untuk itu, tahun ini FKY XXI-2009 mengangkat tema "Golong Gilig: Seni dan Budaya Berawal dari Keluarga" yang diharapkan mampu mengembalikan semangat kebersamaan masyarkat Yogyakarta.
"Golong-gilig adalah spirit yang pernah dijadikan pegangan untuk menggelorakan semangat perjuangan kawulo Ngayogyokarto ketika Pangeran Mangkubumi berjuang melawan Belanda paska Giyanti tahun 1755. Pesannya adalah persatuan dan kesatuan dalam berkesenian, yang tidak mengenal sekat pemisah," ujarnya.
Sebelumnya, FKY 2009 yang masih akan dipusatkan di Benteng Vredeburg direncanakan digelar selama sebulan penuh, namun mengingat pada waktu tersebut bersamaan dengan penyelenggaraan Pilpres maka penyelenggaraan FKY pun harus disesuaikan.
"FKY semula direncanakan sebulan penuh pada 7 Juni-7 Juli 2009, karena bersamaan dengan masa tenang Pilpres pada 1-7 Juli, maka FKY diajukan pada 7 - 30 Juni 2009 yang hanya selama 23 hari," katanya.
Meski mengaku serba terbatas, namun panitia FKY mengaku optimis dengan penyelenggaraan FKY XXI-2009 yang kali ini menampilkan ikon baru yakni Gamelan Anak dan Wayang Damen serta festival Gandrung Kethoprak.
"Karena kami tidak mendapat sponsor, maka kami hanya mengandalkan APBD sebesar Rp 500 juta. Meski demikian kami tetap yakni potensi lokal DIY akan mampu go internasional seperti Reog Ponorogo," tegasnya.
FKY XXI-2009 nantinya akan dibuka pada Minggu, 7 Juni 2009 dengan pawai pembukaan yang diawali dari Alun-Alun Sewandanan Pura Pakualaman menuju Stadion Mandala Kridha. Direncankan, pawai tersebut akan diramaikan oleh 18 grup dengan pengawalan Bergada Prajurit Kasultanan dan Pakulaman.



Kirim Komentar