Taman Budaya Yogyakarta (TBY) kembali akan menggelar Pasar Kangen Jogja 2009. Kegiatan ini akan berlangsung pada Sabtu, 6 Juni - 11 Juni 2009 dengan menampilkan tak kurang dari 25 jenis kesenian tradisional serta produk kuliner tradisional di TBY.
Ketua Penyelenggara Pasar Kangen Jogja (PKJ) 2009 Suyata menyatakan, respon masyarakat terhadap penyelenggaraan PKJ sangat bagus. Hal ini dapat dilihat dari jumlah peserta yang tahun ini semakin meningkat.
"Untuk tahun ini peserta PKJ 2009 semakin meningkat ditambah tahun lalu. Jika sebelum ada 20 jenis kesenian tradisi yang tampil, tahun ini 25 kesenian tradisi yang ditampilkan," katanya.
Rencananya, dalam PKJ mendatang akan ditampilkan sejumlah kesenian termasuk langka yang sat ini telah jarang dipentaskan seperti Thethelan dari Gunung Kidul, Kuntulan dari leman, Phekbung dari Bantul, kesenian Umi Jono dari Kulonprogo.
Selain kesenian tradisi, PKJ 2009 juga menawarkan pesona makanan tradisi yang harus dipelihara seperti Dawet, Slondok, Srabi Solo, Wajik, Kipo, Klepon, Cenil, Gethuk, Thiwul, Jenang, Besengek, Sego Gudangan, Manggut Lele, hingga Krupuk Telo.
Tak hanya itu, PKJ 2009 juga akan menghadirkan stand untuk tukang pijit, barang klithikan, karikatur, lilin hias, dan hal unik-unik lainnya bagi masyarakat Yogyakarta yang kangen akan barang klangenan tempo dulu.
Sejumlah kegiatan seni budaya lain juga akan digelar dalam PKJ 2009 seperti workshop musik Phekbung, workshop Keramik, workshop Topeng, serta workshop lukis kaca.
Pada pembukaannnya 6 Juni pukul 15.30 WIB mendatang, seniman Didik Nini Thowok direncanakan akan membuka kegiatan ini dengan menari sambil mengamen di area The Window of Yogyakarta, TBY.
Ketua Penyelenggara Pasar Kangen Jogja (PKJ) 2009 Suyata menyatakan, respon masyarakat terhadap penyelenggaraan PKJ sangat bagus. Hal ini dapat dilihat dari jumlah peserta yang tahun ini semakin meningkat.
"Untuk tahun ini peserta PKJ 2009 semakin meningkat ditambah tahun lalu. Jika sebelum ada 20 jenis kesenian tradisi yang tampil, tahun ini 25 kesenian tradisi yang ditampilkan," katanya.
Rencananya, dalam PKJ mendatang akan ditampilkan sejumlah kesenian termasuk langka yang sat ini telah jarang dipentaskan seperti Thethelan dari Gunung Kidul, Kuntulan dari leman, Phekbung dari Bantul, kesenian Umi Jono dari Kulonprogo.
Selain kesenian tradisi, PKJ 2009 juga menawarkan pesona makanan tradisi yang harus dipelihara seperti Dawet, Slondok, Srabi Solo, Wajik, Kipo, Klepon, Cenil, Gethuk, Thiwul, Jenang, Besengek, Sego Gudangan, Manggut Lele, hingga Krupuk Telo.
Tak hanya itu, PKJ 2009 juga akan menghadirkan stand untuk tukang pijit, barang klithikan, karikatur, lilin hias, dan hal unik-unik lainnya bagi masyarakat Yogyakarta yang kangen akan barang klangenan tempo dulu.
Sejumlah kegiatan seni budaya lain juga akan digelar dalam PKJ 2009 seperti workshop musik Phekbung, workshop Keramik, workshop Topeng, serta workshop lukis kaca.
Pada pembukaannnya 6 Juni pukul 15.30 WIB mendatang, seniman Didik Nini Thowok direncanakan akan membuka kegiatan ini dengan menari sambil mengamen di area The Window of Yogyakarta, TBY.



Kirim Komentar