Sejak 2008, Kantin Kejujuran mulai beroperasi di sejumlah sekolah baik negeri atau swasta di Kota Yogyakarta. Meski disinyalir sebagian besar Kantin Kejujuran mengalami kerugian, keberadaannya masih dirasa perlu untuk dipertahankan pada tahun-tahun mendatang.
"Saat ini kantin kejujuran masih ada. Sebagian ada yang mengalami kerugian, tapi tidak apa-apa, terus saja. Mungkin ada yang iseng mau nguji saja." kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Syamsuri di Balaikota, Senin (8/6).
Menurut Syamsuri, yang terpenting dari kantin kejujuran yang saat ini di antaranya terdapat di SMU 8, SMA 7, SMA 6, dan sejumlah sekolah lain adalah prosesnya. Proses pembelian dan pembayaran yang dilakukan tanpa penjual adalah hal yang utama.
Sementara itu mengenai kurang semaraknya kantin kejujuran saat ini, Syamsuri mengaku akan melakukan evaluasi dalam waktu mendatang. Menurutnya, manajemennya pelu dipikirkan ulang, jika perlu dibenahi.
"Nantinya, pengelolaan akan dievaluasi. Selama ini diserahakn kepada anak-anak, kalau sedang ujian kan terganggu. Selain itu, sarana dan prasarana mungkin kurang selain lokasi yang kurang strategis," katanya.
Pada waktu mendatang, Syamsuri mengaku akan mempertahankan keberadaan kantin kejujuran, jika perlu akan mengembangkannya di sejumlah sekolah. Dengan kantin kejujuran, perilaku jujur dapat dilatih sejak usia sekolah.
"Saat ini kantin kejujuran masih ada. Sebagian ada yang mengalami kerugian, tapi tidak apa-apa, terus saja. Mungkin ada yang iseng mau nguji saja." kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Syamsuri di Balaikota, Senin (8/6).
Menurut Syamsuri, yang terpenting dari kantin kejujuran yang saat ini di antaranya terdapat di SMU 8, SMA 7, SMA 6, dan sejumlah sekolah lain adalah prosesnya. Proses pembelian dan pembayaran yang dilakukan tanpa penjual adalah hal yang utama.
Sementara itu mengenai kurang semaraknya kantin kejujuran saat ini, Syamsuri mengaku akan melakukan evaluasi dalam waktu mendatang. Menurutnya, manajemennya pelu dipikirkan ulang, jika perlu dibenahi.
"Nantinya, pengelolaan akan dievaluasi. Selama ini diserahakn kepada anak-anak, kalau sedang ujian kan terganggu. Selain itu, sarana dan prasarana mungkin kurang selain lokasi yang kurang strategis," katanya.
Pada waktu mendatang, Syamsuri mengaku akan mempertahankan keberadaan kantin kejujuran, jika perlu akan mengembangkannya di sejumlah sekolah. Dengan kantin kejujuran, perilaku jujur dapat dilatih sejak usia sekolah.



Kirim Komentar