Sebanyak 72.491 jiwa yang terdiri dari pegawai Negeri Sipil (PNS), pensiunan, Pepabri, dan veteran di Kota Yogyakarta tercatat telah mempunyai kartu Askes. Namun, puluhan di antaranya diketahui belum mempunyai memiliki kartu asuransi kesehatan ini.
Menurut Kepala Cabang Askes Kota Yogyakarta, Sri Ponco Handayani, mereka yang belum memiliki kartu Askes diperkirakan belum merasa butuh kartu tersebut, selain faktor malas untuk mengurusnya.
"Yang belum mempunyai kartu Askes hanya sekitar 1 - 2 persen dari jumlah total 72.491 jiwa. Yang belum memiliki mungkin merasa belum membutuhkannya," kata Kepala Cabang Askes Kota Yogyakarta, Sri Ponco Handayani, di Balai Kota Yogyakarta, Senin (22/6).
Lebih lanjut Sri menghimbau agar pemilik kartu Askes lama agar mengganti kartu mereka dengan kartu yang baru mengingat batas waktu yang ditentukan hanya hingga akhir Juni untuk pergantian kartu tersebut.
"Yang sudah punya kartu tapi yang lama agar ganti dengan kartu bernomor online yang baru. Kartu baru yang terbuat dariplastik akan mengganti kartu lama yang terbuat dari kertas," ujarnya.
Dengan kartu Askes ini, Sri menyatakan bahwa seluruh pemegangnya dapat menggunakan layanannya di semua rumah sakit di seluruh Indonesia. Selain itu, dengan sistem online, seseorang tidak akan bisa lagi memilikinya secara dobel atau lebih dari satu.
"Kalau dulu mungkin masih ada yang memiliki kartu Askes lebih dari satu karena dimutasi ke tempat lain, sekarang dengan sistem online tidak akan ada lagi yang bisa memilikinya dobel," tegasnya.
Menurut Kepala Cabang Askes Kota Yogyakarta, Sri Ponco Handayani, mereka yang belum memiliki kartu Askes diperkirakan belum merasa butuh kartu tersebut, selain faktor malas untuk mengurusnya.
"Yang belum mempunyai kartu Askes hanya sekitar 1 - 2 persen dari jumlah total 72.491 jiwa. Yang belum memiliki mungkin merasa belum membutuhkannya," kata Kepala Cabang Askes Kota Yogyakarta, Sri Ponco Handayani, di Balai Kota Yogyakarta, Senin (22/6).
Lebih lanjut Sri menghimbau agar pemilik kartu Askes lama agar mengganti kartu mereka dengan kartu yang baru mengingat batas waktu yang ditentukan hanya hingga akhir Juni untuk pergantian kartu tersebut.
"Yang sudah punya kartu tapi yang lama agar ganti dengan kartu bernomor online yang baru. Kartu baru yang terbuat dariplastik akan mengganti kartu lama yang terbuat dari kertas," ujarnya.
Dengan kartu Askes ini, Sri menyatakan bahwa seluruh pemegangnya dapat menggunakan layanannya di semua rumah sakit di seluruh Indonesia. Selain itu, dengan sistem online, seseorang tidak akan bisa lagi memilikinya secara dobel atau lebih dari satu.
"Kalau dulu mungkin masih ada yang memiliki kartu Askes lebih dari satu karena dimutasi ke tempat lain, sekarang dengan sistem online tidak akan ada lagi yang bisa memilikinya dobel," tegasnya.



Kirim Komentar