Hidup enggan, matipun tak mau. Peribahasa tersebut mungkin masih akan berlaku bagi kesenian tradisional kethoprak. Saat ini, keberadaan bisa dibilang kian tergerus jaman yang selalu menawarkan sesuatu yang lebih baru.
Jika ditilik lebih mendalam, ternyata faktor penyebab meredupnya budaya adiluhung ini bukan hanya karena peminat seni tradisi yang semakin meninggalkannya, tapi juga karena regenerasi kethoprak yang tak berjalan alias macet.
Menyikapi hal tersebut, Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) XXI yang memang seharusnya menjadi wadah kesenian berencana akan menggelar Festival Gandrung Mataraman (FGM) sebagai upaya solusi atas seretnya regenerasi kethoprak saat ini.
Menurut Ketua Divisi Teater Tradisional FKY XXI, Altiyanto, festival ini juga sebagai salah satu upaya untuk menghadirkan sebuah wacana baru tentang pertunjukkan alternatif kethoprak yang saat ini tengah mengalami titik nadir kelesuan.
"Tampilan kethoprak saat ini terasa monoton, tanpa ada pembaharuan yang signifikan. Gandrung kethoprak akan mempersilakan seniman kethoprak untuk berekplorasi dengan hal yang baru," ujarnya.
Rencananya, FGM akan digelar pada 27 Juni 2009 di Benteng Vredeburg Yogyakarta. Hingga saat ini, telah tercatat sebanyak 15 kelompok kethoprak yang akan mengikuti festival ini. Peserta tersebut tidak hanya datang dari DIY, namun juga datang dari luar kota seperti Magelang dan Klaten.
Bagi yang tampil sebagai yang terbaik dalam festival nanti akan mendapatkan Tropi Gubernur dan sejumlah uang pembinaan. Rencananya, festival ini juga akan dimeriahkan oleh seniman kethoprak Jogja yakni Yu Beruk, Soimah, Widayat, Wahono, Yati Pesek, dan Raminten.
Jika ditilik lebih mendalam, ternyata faktor penyebab meredupnya budaya adiluhung ini bukan hanya karena peminat seni tradisi yang semakin meninggalkannya, tapi juga karena regenerasi kethoprak yang tak berjalan alias macet.
Menyikapi hal tersebut, Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) XXI yang memang seharusnya menjadi wadah kesenian berencana akan menggelar Festival Gandrung Mataraman (FGM) sebagai upaya solusi atas seretnya regenerasi kethoprak saat ini.
Menurut Ketua Divisi Teater Tradisional FKY XXI, Altiyanto, festival ini juga sebagai salah satu upaya untuk menghadirkan sebuah wacana baru tentang pertunjukkan alternatif kethoprak yang saat ini tengah mengalami titik nadir kelesuan.
"Tampilan kethoprak saat ini terasa monoton, tanpa ada pembaharuan yang signifikan. Gandrung kethoprak akan mempersilakan seniman kethoprak untuk berekplorasi dengan hal yang baru," ujarnya.
Rencananya, FGM akan digelar pada 27 Juni 2009 di Benteng Vredeburg Yogyakarta. Hingga saat ini, telah tercatat sebanyak 15 kelompok kethoprak yang akan mengikuti festival ini. Peserta tersebut tidak hanya datang dari DIY, namun juga datang dari luar kota seperti Magelang dan Klaten.
Bagi yang tampil sebagai yang terbaik dalam festival nanti akan mendapatkan Tropi Gubernur dan sejumlah uang pembinaan. Rencananya, festival ini juga akan dimeriahkan oleh seniman kethoprak Jogja yakni Yu Beruk, Soimah, Widayat, Wahono, Yati Pesek, dan Raminten.



Kirim Komentar