Belajar membatik memang tak mudah. Hal tersebut diungkapkan oleh Dian Sastrowardoyo yang tangannya harus terkena malam batik ketika belajar membatik di galeri batik Mustokoweni Yogyakarta."Ketika mengikuti workshop membatik lalu (25/6), tangan saya sempat melempuh terkena malam batik," kata pemilik nama lengkap Diandra Paramita Sastrowardoyo di Yogyakarta, Minggu (28/6).
Menurut Dian, membatik yang merupakan salah satu budaya tradisional asli bangsa Indonesia adalah kegiatan yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang luar biasa dalam mengerjakannya.
"Dari kesalahan yang saya lakukan, saya menyadari bahwa membatik memerlukan kesabaran yang sangat tinggi. Dari situ kita akan bisa melatih kesabaran kita," ujarnya.
Meski demikian, Dian mengaku sangat mengagumi pembatik-pembatik Jogja yang sebagian besar merupakan ibu-ibu mengingat hingga saat ini mereka masih aktif menciptakan dan melestarikan budaya luhur bangsa, batik.
Kamis (24/6) lalu, Dian Sastro beresempatan untuk mengikuti les membatik di galeri batik Mustokoweni Yogyakarta sebagai salah satu kegiatan bersama kesepuluh kontestan "The True Natur-E Ambassador 2010" yang digelar di Kota Budaya Yogyakarta.



Kirim Komentar