Sosial Ekonomi

Mahasiswa Asing Shock Melihat Kampung

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00

Kehidupan kampung-kampung di Jogja memang mampu menghadirkan kesan tersendiri bagi sebagian orang. Bagi orang asing, kehidupan apa yang ada di sejumlah kampung di Jogja bahkan bisa membuat mereka terpana.  

Hal tersebut dialami oleh sekitar 21 mahasiswa asing yang turut dalam kegiatan Yogyakarta Kampung Field School (YKSF) yang diadakan oleh Jurusan Antropologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Jurusan Arsitektur Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), dan Department of Antropologi Australian National University pada 1 - 8 Juli lalu di sepuluh kampung di Jogja.

"Sehari setelah datang ke kampung, seorang mahasiswi dari Australia bahkan shock menyaksikan dengan mata mereka sendiri apa yang ada di kampung. Mereka seakan tak percaya masih ada kemiskinan dan kesengsaraan di jaman sekarang," kata Ketua Tim YKSF, Paulus Bawole di UKDW, Jumat (10/7).

Meski demikian, ke-21 mahasiswa asing yang juga berasal dari China, Hongkong, Kanada, Singapura, dan Jepang tersebut juga menemukan sisi menarik lain yang hingga kini masih hidup di sepuluh kampung di Jogja.

Ahli Antropologi dari Australian National University, Patrick Guinness menyatakan, kahidupan bermasyarakat kampung di Jogja menjadi hal luar biasa yang dapat disaksikan oleh mahasiswa asing yang ikut serta dalam YKSF.

"Di Australia, saya dan mungkin mahasiswa asing lainnya tak mungkin mampu bersosialisasi seperti yang dilakukan oleh masyarakat kampung di Jogja," tandasnya dengan kagum.

Menurut Patrick, kerukunan yang kokoh, budaya gotong royong, penciptaan lapangan kerja mandiri yang memanfaatkan potensi sendiri, serta budaya tak formal yang berjalan di kehidupan masyarakat kampung di Jogja adalah hal yang memberikan kesan yang dalam bagi mahasiswa asing.

Setelah sekitar dua minggu mahasiswa asing tersebut bergaul, belajar, dan mengekplorasi sepuluh kampung yakni Dolahan Kotagede, Pandeyan, Mergangsan Kidul, Suryowijayan, Minggiran, Pajeksan, Ledok Tukangan, dan Gondolayu, jogoyudan, dan Samirono, besok (11/7) akan digelar Konferensi Internasional di Kampung Samirono Yogyakarta.

Rencananya, kegiatan yang akan dirangkai dengan sarasehan kampung tersebut akan memamerkan segala potensi positif yang ada di masing-masing kampung yang nantinya dapat dikembangkan agar menjadi aset bernilai bagi tiap kampung di Jogja.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini