Sebagai sebuah daerah wisata favorit di Jogja, Kaliurang belum mampu memberikan fasilitas dan layanan yang memadai bagi pengunjung yang mendatangi daerah paling utara DIY itu.
Menurut Mbah Bedjo, Kepala Desa Hargobinangun Kaliurang, sejumlah fasilitas umum akan dibangun di sejumlah tempat di Kaliurang agar mempermudah kebutuhan pegunjung saat menghabiskan waktu di Kaliurang.
"Kami mulai menggandeng sejumlah investor untuk membangun hotel-hotel yang berstandar bintang di Kaliurang agar lebih menyamankan pengunjung," katanya.
Tak hanya masalah penginapan, Mbah Bedjo juga merencanakan akan memperbaiki sejumlah infrastruktur penting yang hingga saat ini masih belum ada di kawasan Kaliurang, khususnya layanan pada malam hari.
"Saat ini sarana transportasi dan ATM masih belum ada di Kaliurang. Jadi ke depan kami akan usahakan akan ada layanan taksi dan alat mesin ATM agar pengunjung tak harus turun untuk mengambil uang," ujarnya.
Terkait pertunjukan hiburan di Kaliurang, Mbah Bedjo menyatakan telah mempersiapkan sebuah lahan di Dusun Banteng untuk yang dapat digunakan sebagai lokasi pertunjukan yang sangat representatif.
"Tahun depan, kami akan merancang sebuah lokasi pertunjukan malam hari di depan Museum Gunung Api Merapi seluas 6,5 hektar," tegasnya.
Di lokasi tersebut, menurut Mbah Bedjo, pengunjung akan dapat melihat Merapi dan lampu-lampu di Jogja. Latar belakang lokasi ini adalah bangunan museum.
Sementara dari sisi masyarakat, saat ini Mbah Bedjo akan kembali menghidupkan kembali seni tradisi yang pernah ada di Kaliurang. Harapannya, pengunjung kaliurang akan selalu mendapatkan hiburan dalam berbagai bentuk, khususnya saat malam hari.
"Kami bekerjasama dengan ISI untuk kebali menghidupkan seni tradisi seperti jathilan dan selawatan yang berpotensi menjadi hiburan seni budaya bagi wisatawan," katanya.
Saat ini, pengunjung kawasan Kaliurang berkisar telah mencapai ribuan orang perhari. Pada malam minggu, jumlahnya bahkan diperkirakan mencapai lima ribu pengunjung.
"Meski retribusi masuh Kaliurang naik dari Rp 500 menjadi Rp 2 ribu, pengunjung tetap saja ada dan cenderung meningkat," akunya.
Menurut Mbah Bedjo, Kepala Desa Hargobinangun Kaliurang, sejumlah fasilitas umum akan dibangun di sejumlah tempat di Kaliurang agar mempermudah kebutuhan pegunjung saat menghabiskan waktu di Kaliurang.
"Kami mulai menggandeng sejumlah investor untuk membangun hotel-hotel yang berstandar bintang di Kaliurang agar lebih menyamankan pengunjung," katanya.
Tak hanya masalah penginapan, Mbah Bedjo juga merencanakan akan memperbaiki sejumlah infrastruktur penting yang hingga saat ini masih belum ada di kawasan Kaliurang, khususnya layanan pada malam hari.
"Saat ini sarana transportasi dan ATM masih belum ada di Kaliurang. Jadi ke depan kami akan usahakan akan ada layanan taksi dan alat mesin ATM agar pengunjung tak harus turun untuk mengambil uang," ujarnya.
Terkait pertunjukan hiburan di Kaliurang, Mbah Bedjo menyatakan telah mempersiapkan sebuah lahan di Dusun Banteng untuk yang dapat digunakan sebagai lokasi pertunjukan yang sangat representatif.
"Tahun depan, kami akan merancang sebuah lokasi pertunjukan malam hari di depan Museum Gunung Api Merapi seluas 6,5 hektar," tegasnya.
Di lokasi tersebut, menurut Mbah Bedjo, pengunjung akan dapat melihat Merapi dan lampu-lampu di Jogja. Latar belakang lokasi ini adalah bangunan museum.
Sementara dari sisi masyarakat, saat ini Mbah Bedjo akan kembali menghidupkan kembali seni tradisi yang pernah ada di Kaliurang. Harapannya, pengunjung kaliurang akan selalu mendapatkan hiburan dalam berbagai bentuk, khususnya saat malam hari.
"Kami bekerjasama dengan ISI untuk kebali menghidupkan seni tradisi seperti jathilan dan selawatan yang berpotensi menjadi hiburan seni budaya bagi wisatawan," katanya.
Saat ini, pengunjung kawasan Kaliurang berkisar telah mencapai ribuan orang perhari. Pada malam minggu, jumlahnya bahkan diperkirakan mencapai lima ribu pengunjung.
"Meski retribusi masuh Kaliurang naik dari Rp 500 menjadi Rp 2 ribu, pengunjung tetap saja ada dan cenderung meningkat," akunya.



Kirim Komentar