Sebagai sebuah tempat tujuan wisata khusus atau alternatif, Sendangsono masih menghadapi sejumlah permasalahan. Minimnya infrastruktur khususnya jalan menuju Sendangsono hingga saat ini menjadi hambatan utama bagi pengelola tempat ziarah umat Katholik ini."Harapan kami, infrastruktur dan akses menuju Sendangsono dapat diperhatikan oleh pemerintah," kata manager pengelola tempat wisata Sendangsono, Setiyanto di Sendangsono, Selasa (11/8).
Saat ini, jalan menuju Sendangsono--setelah keluar dari Jl Wates--memang masih tergolong sempit, yakni hanya berlebar tak lebih dari empat meter. Idealnya, paling tidak jalan menuju ke Sendangsono mampu untuk dilewati dua kendaraan roda empat.
Menurut Setiyanto, kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap Sendangsono dapat dimaklumi karena memang saat ini Sendangsono tidak memberikan timbal balik bagi pemerintah daerah Kulon Progo dalam bentuk retribusi.
"Karena tempat ini adalah tempat wisata religi, kami tidak menarik tiket masuk bagi pengunjung. Pendapatan kami hanya dari sumbangan pengunjung yang diberikan melalui sejumlah kotak sumbangan yang ada di Sendangsono," ujarnya.
Selain sumbangan dari peziarah, sejumlah donatur juga tercatat selalu memberikan bantuan dalam berbagai bentuk bagi pengelolaan dan pengembangan tempat ziarah yang selesai dibangun oleh Romo Van Lith pada 1929 tersebut.
Untuk menambah kenyamanan pengunjung, saat ini pihak pengelola sedang melakukan sejumlah pembenahan fasilitas dan kelengkapan yang ada di tempat yang kemudian dilanjutka dibangun oleh Romo YB Mangunwijaya pada 1974 itu.
"Renovasi yang kami lakukan intinya hanya merupakan pembenahan, bukan melakukan perombakan. Detil karya Romo Mangun tetap kami pertahankan," tegasnya.
Menurut pengelola, saat ini tempat wisata yang memiliki luas sekitar setengah hektar ini rata-rata bisa dikunjungi sekitar seribu orang pada bulan Maria yakni Mei dan Oktober. Selain itu, pada bulan liburan, Sendangsono juga dikunjungi oleh banyak orang tak hanya dari kalanganumat Katholik, tapi juga masyarakat umum.



Kirim Komentar