Menjelang bulang Ramadhan tahun ini, Dinas Perhubungang Kota Yogyakarta melakukan sejumlah persiapan dan antisipasi guna mencegah terjadinya masalah lalu-lintas di wilayah Kota Yogyakarta.
"Tahun ini kami akan mengoptimalkan sarana dan prasarana seperti tempat khusus parkir, terminal bus, serta instalasi lampu merah," kata Purnomo Raharjo, Kepala Bidang Lalu-lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, di Balaikota, Kamis (20/8).
Menjelang lebaran nanti, diperkirakan pemudik yang menuju Jogja akan melewati sejumlah jalan utama di Kota Yogyakarta. Untuk itu, Dishub akan melakukan manajemen lalu-lintas guna mencegah kemacetan.
"Pada H-7 hingga H+7 mendatang, sejumlah jalan akan dipadati pemudik seperti Jl. Solo dan Gejayan. Untuk itu kami akan melakukan manajemen terpadu," ujarnya.
Dari pantauan GudegNet, saat ini Jl. Demangan Baru telah ditutup dari arah selatan. Bagi masyarakat yang akan melewati jalan tersebut diharapkan dapat memilih jalan alternatif lain.
"Jalan Demangan Baru diberlakukan satu arah yakni hanya dari arah utara untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di daerah itu," ujarnya.
Menurut data dari Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, saat ini pertumbuhan kendaraan bermotor mencapai 5 persen per tahun. Masalahnya, pertumbuhan ruas jalan dan kantong parkir tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan bermotor yang terjadi.
"Tahun ini kami akan mengoptimalkan sarana dan prasarana seperti tempat khusus parkir, terminal bus, serta instalasi lampu merah," kata Purnomo Raharjo, Kepala Bidang Lalu-lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, di Balaikota, Kamis (20/8).
Menjelang lebaran nanti, diperkirakan pemudik yang menuju Jogja akan melewati sejumlah jalan utama di Kota Yogyakarta. Untuk itu, Dishub akan melakukan manajemen lalu-lintas guna mencegah kemacetan.
"Pada H-7 hingga H+7 mendatang, sejumlah jalan akan dipadati pemudik seperti Jl. Solo dan Gejayan. Untuk itu kami akan melakukan manajemen terpadu," ujarnya.
Dari pantauan GudegNet, saat ini Jl. Demangan Baru telah ditutup dari arah selatan. Bagi masyarakat yang akan melewati jalan tersebut diharapkan dapat memilih jalan alternatif lain.
"Jalan Demangan Baru diberlakukan satu arah yakni hanya dari arah utara untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di daerah itu," ujarnya.
Menurut data dari Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, saat ini pertumbuhan kendaraan bermotor mencapai 5 persen per tahun. Masalahnya, pertumbuhan ruas jalan dan kantong parkir tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan bermotor yang terjadi.



Kirim Komentar