Penggunaan bahan makanan berbahan terigu semakin hari semakin dihindari di Propinsi Sumatera Utara. Hal ini berkaitan dengan gerakan pemerintah dalam mengantisipasi krisis pangan dengan mengganti bahan pangan non beras."Di Propinsi Sumatera Utara, penggunaan bahan makanan terigu mulai dihindari. Solusi dengan mencoba memanfaatkan bahan non beras seperti umbi-umbian," kata seorang staf Badan Ketahanan Pangan Propinsi Sumatera Utara, Seri Ukur Sembiring di area Pameran Pangan di kompleks Siwa, Candi Prambanan Yogyakarta, Selasa (13/10).
Pada kesempatan tersebut, stand Propinsi Sumatera Utara menawarkan sejumlah makanan yang diolah dari bahan non tepung terigu. Ubi jalar ungu ternyata mampu diolah menjadi sejumlah kue yang lezat dan menarik.
"Meski masih terbatas di lingkungan pemerintahan, kami mencoba memanfaatkan ubi jalar ungu menjadi aneka kue seperti brownies, pizza, serta tumpeng, dan es krim," katanya sambil menyatakan bahwa untuk tumpeng, belum seluruh bahan berasal dari tepung ubi.
Meski demikian, Seri masih menyayangkan masih rendahnya minat masyarakat untuk membudidayakan dan memanfaatkan bahan makanan alternatif yang berasal dari ubi jalar ungu dan sejenisnya.
"Kami mulai memanfaatkan ubi jalar dan bahan non terigu lainnya sejak dua tahun lalu. Namun hingga saat ini, masyarakat masih enggan untuk menanam dan memanfaatkannya sebagai bahan makanan," ujarnya.
Peserta pameran dari Propinsi Sumatera Utara tersebut adalah satu dari puluhan peserta pameran dari Seluruh Badan Pameran Pangan di Indonesia serta perwakilan dari ke-33 propinsi di Indonesia.



Kirim Komentar