Enam
perupa yang terdiri dari I Putu Aan Juniartha, Agus Putu Suyadnya, I Nyoman A
Wijaya, Ida Bagus Komang Sindu Putra, Widhi Kertiya Semadi, dan Ida wayan Wisnu,
Selasa malam menggelar pameran bertajuk seni rupa ‘Localwarming’ di Bentara
Budaya Yogyakarta.
Keenam
perupa yang terdiri dari Jurusan Seni Lukis, Seni Media Rekam Video, dan seni
Patung ISI Yogyakarta tersebut ingin menunjukkan sejauh mana kreatifitas mereka
dalam pergulatannya di dunia seni rupa.
“Pameran
ini kami maknai sebagai interpretasi kegelisahan kami yang kami harapkan mampu
menjadi ‘pemanasan’ bagi daya kreatif kami dalam berkarnya,” kata salah satu
perupa, Aan Juniartha di BBY, Rabu (4/11).
Pada
pameran ini, Aan menampilkan salah satu karya text sculpture-nya yang berjudul ’The
Door’. Menurutnya, karyanya yang memunculkan tulisan ‘HEAVEN’ dalam warna hitam
disertai dua burung gagak berwarna hitam tersebut sebagai perwujudan kegelisahannya
dalam menyikapi makna surgawi.
“Saya
hanya ingin membalikkan persepsi banyak orang tentang surga yang kesannya indah
semata. Di sini warna hitam sebagai perlawanan tentang persepsi tersebut,”
katanya.
Menurutnya,
karnya ‘The Door’ juga merupakan representasi kegundahannya dalam menanggapi
persepsi banyak orang mengenai keindahan surga. Baginya, surga belum tentu
indah dan selalu berwarna putih. Bisa jadi tak hanya kebahagiaan yang ada di
Sementara itu Rain Rasidi yang didapuk menjadi
penulis pameran menyatakan karya dalam ‘Localwarming’ kental dengan pesan
moral, tapi hal tersebut tak menjadikan pameran ini menjadi orasi yang kaku.
“Perupa
memunculkan harapan dan kerinduan yang mereka kemas tanpa membuat mereka
seperti penceramah atau juru dakwah bagi orang lain. Mereka juga
menampilkan humor ringan yang menjadi selingan dalam pameran ini,” ujarnya.
Pameran ini menampilkan sebanyak 21 karya yang terdiri
dari 12 lukisan, empat patung, dua karya instlasi, dan satu karya text
sculpture. Pameran akan
berlangsung hingga 11 November di Bentara Budaya



Kirim Komentar