Sebanyak 50 orang yang berasal dari sejumlah desa wisata di Kabupaten Sleman mengikuti pelatihan membuat batik dan lukis kayu selama tiga hari pada 12-14 November lalu di Sanggar Bejo, Kaliurang, Hargobinangun, Pakem Sleman, Yogyakarta.
Menurut Kepala Seksi Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW), Arif Bowolaksono, pelatihan sumberdaya manusia desa wisata dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknis untuk mendukung keberadaan desa wisata.
"Secara khusus, pelatihan batik dan lukis kayu dimaksudkan agar para peserta mampu membuat kerajinan yang dapat berfungsi sebagai souvenir sehingga menambah daya tarik bagi desa wisata," katanya.
Pelatihan yang dilakukan meliputi pengenalan kerajinan, teknologi sederhana, proses pembubutan, teori lukis dan batik kayu, finishing dan pewarnaan yang disampaikan oleh Eko Purwanto dan Kiswanto dari Sanggar Bejo.
Sedangkan teori dan praktek dilaksanakan selama dua hari dilanjutkan dengan kunjungan lapangan pada hari ketiga dengan obyek kunjungan Sanggar Punokawan di Krebet dan Sanggar Erisa Batik di Wijirejo Bantul.
Selama kunjungan di Sanggar Punokawan para peserta mendapat penjelasan tentang proses pembuatan kerajinan dari awal pengerjaan hingga proses akhir oleh Agus Jati Kumara di Sanggar Erisa.
Dengan pelatihan ini, para tamu atau wisatawan yang berkunjung ke desa wisata akan dengan mudah memperoleh souvenir dan kenang-kenangan khas dari tempat yang mereka kunjungi.
Selain itu, masyarakat desa wisata diharapkan juga akan dapat meningkatkan kesejahteraannya melalui pelatihan ini. Karena dengan pelatihan ini produksi cinderamata dipastikan juga akan meningkat, serta wisatawan juga akan mendapatkan banyak pilihan untuk membeli cinderamata.
Menurut Kepala Seksi Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW), Arif Bowolaksono, pelatihan sumberdaya manusia desa wisata dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknis untuk mendukung keberadaan desa wisata.
"Secara khusus, pelatihan batik dan lukis kayu dimaksudkan agar para peserta mampu membuat kerajinan yang dapat berfungsi sebagai souvenir sehingga menambah daya tarik bagi desa wisata," katanya.
Pelatihan yang dilakukan meliputi pengenalan kerajinan, teknologi sederhana, proses pembubutan, teori lukis dan batik kayu, finishing dan pewarnaan yang disampaikan oleh Eko Purwanto dan Kiswanto dari Sanggar Bejo.
Sedangkan teori dan praktek dilaksanakan selama dua hari dilanjutkan dengan kunjungan lapangan pada hari ketiga dengan obyek kunjungan Sanggar Punokawan di Krebet dan Sanggar Erisa Batik di Wijirejo Bantul.
Selama kunjungan di Sanggar Punokawan para peserta mendapat penjelasan tentang proses pembuatan kerajinan dari awal pengerjaan hingga proses akhir oleh Agus Jati Kumara di Sanggar Erisa.
Dengan pelatihan ini, para tamu atau wisatawan yang berkunjung ke desa wisata akan dengan mudah memperoleh souvenir dan kenang-kenangan khas dari tempat yang mereka kunjungi.
Selain itu, masyarakat desa wisata diharapkan juga akan dapat meningkatkan kesejahteraannya melalui pelatihan ini. Karena dengan pelatihan ini produksi cinderamata dipastikan juga akan meningkat, serta wisatawan juga akan mendapatkan banyak pilihan untuk membeli cinderamata.



Kirim Komentar