Sebagai rangkaian dari acara Srawung Kampung Bumen, muda mudi Bumen bekerjasama dengan Yayasan Pondok Rakyat (YPR) mementaskan kisah sejarah kampung Bumen, Kotagede dengan boneka kain perca yang sebelumnya di buat dalam kegiatan workshop pembuatan boneka kian perca.Pentas boneka kain perca ini diadakan di Lapangan Kampung Bumen, Kotagede, Minggu (15/11) yang menceritakan kisah sejarah kampung Bumen kepada anak-anak setempat untuk lebih mengenal lebih dekat kearifan dan keunggulan tanah kelahiran mereka.
"Kisah kampungku ini yang dipentaskan intinya menceritakan sejarah kampung Bumen yang dulu dikenal sebagai kampung merah atau PKI karena anak-anak belum mengerti akan arti PKI maka PKI diibaratkan dan dimetaforakan sebagai boneka hantu agar anak-anak mudah memahami jalan ceritanya," ujar Humas Srawung Kampung, Ivani.
Menurutnya, pentas ini juga merupakan sebuah proses pewarisan budaya kepada generasi selanjutnya serta mengembangkan jaringan dengan berbagai pihak sebagai salah satu rangkaian kegiatan dalam Srawung Kampung.
"Selain itu kegiatan ini juga sebagai sarana untuk membangun kampung yang lebih mandiri dengan segala keberagaman di dalamnya sebagai dasar pembangunan kota berbasis kampung yang telah dilaksanakan sejak 1 hingga 21 November 2009 mendatang," tukasnya.
Pentas ini dibuat sedemkian rupa dan sederhana dalam penyampaiannya ceritanya agar anak-anak yang menyaksikan mudah memahami kisah yang diceritakan dalam tokoh-tokoh yang diwakili dalam sebuah boneka perca.
Tak hanya bercerita tentang masa lalu Kampung Bumen yang suram dengan metafora genderuwo, di sini juga dipaparkan keunggulan kampung Bumen sebagai pengrajin aneka mainan dari kaleng dan pembuat roti kembang waru yang cuma bisa ditemui di kampung Bumen agar anak-anak juga ikut bangga bahwa kampungnya tidak kalah dengan kampung di Kotagede lainnya.
Setelah sebelumnya pada Minggu (1/11) digelar kirab manten dan boneka genderuwo, Srawung Kampung Bumen juga menggelar workshop boneka kain perca untuk melatih kreativitas dan imajinasi anak-anak dengan membuat boneka kain perca dan bahan-bahan lain yang mudah didapat dari lingkungan kampung. Hasilnya kemudian dipentaskan dalam sebuah pentas boneka kecil dan hasil workshop boneka kain perca akan dipamerkan dalam acara Pustaka Tiban.



Kirim Komentar