Seni & Budaya

Seni Rupa Indonesia Mulai Dipandang di Eropa

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00
Seni Rupa Indonesia Mulai Dipandang di Eropa

Perupa kenamaan Jogja yang kini tinggal di Swiss, Eddie Hara menyatakan saat ini seni rupa Indonesia mulai dipandang oleh dunia luar, khususnya di benua Eropa.

Eddie yang menyempakan terbang ke Jogja demi turut dalam Biennale X Jogja, turut berbangga dengan keadaan yang boleh dibilang positif tersebut.

"Sudah mulai banyak seniman Indonesia, khususnya Jogja yang turut dalam kegiatan pameran di luar negeri. Ini juga semakin meningkatkan keberadaan dan peran seni rupa Indonesia di mata Internasional," ujarnya.

Perupa yang pertama mendunia berkat turut dalam Biennale II di Havana Cuba pada 1985 tersebut bahkan menyatakan kebanggaannya terhadap sejumlah galeri di Indonesia yang telah turut dalam pameran di sejumlah negara seperti China, Hongkong, Singapura, dll.

Terkait peran seni rupa Indonesia khususnya Jogja di dunia internasional saat ini, Eddie teringat pada tahun 1980-an ketika dirinya dan beberapa seniman lain yang dengan susah payah ingin pameran ke luar negeri.

"Pada awalnya, saya dan beberapa teman-teman seniman berusana melakukan terobosan dengan mencari jaringan sendiri tanpa bantuan dari pihak manapun, apalagi pemerintah," katanya.

Saat itu, Eddie mengaku hanya memanfaatkan beberapa relasi dan teman-temannya di luar negeri untuk sekadar memberikan informasi tentang pameran seni rupa seperti Biennale Havana Cuba dan Biennale Venezia Italia.

Dengan apa yang dipunyai, perupa yang akhirnya melanjutkan kuliahnya di Akademie Voor Beeldende Kunst Enschede, Belanda pada 1989-90 ini mencoba keberuntungannya mendaftarkan karyanya dalam pameran, hingga akhirnya bisa tampil di Biennale II di Havana Cuba pada 1985.

Menurutnya, waktu itu hampir mustahil bagi seorang perupa -terlebih seperti dirinya yang tidak mempunyai gelar S1 seni (S.Sn)- untuk tampil pameran di luar negeri.

"Yang bisa keluar negeri waktu itu hanya dosen, rektor dan perupa yang lulus S1," ujar perupa yang tak sempat menamatkan kuliahnya di ISI Yogyakarta tersebut.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM



    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SWADESI ADHILOKA

    SWADESI ADHILOKA

    Handayani FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini