Saat ini, banyak seniman teater yang berpegangan bahwa semakin sulit teater itu dimengerti, semakin tinggi pula mutunya. Hal tersebut dibantah oleh Rukman Rosadi, pengajar penyutradaraan dan keaktoran di Jurusan Teater ISI Yogyakarta.Menurutnya, teater tak harus selalu dibuat dengan menampilkan adegan yang berat. Teater pun bisa dibuat dengan ringan, tanpa mengurangi pencapaian intelektual yang diinginkan.
Sebagai seorang sutradara teater, seniman yang akrab disapa Rossa ini bahkan menyatakan bahwa seorang sutradara teater juga harus memikirkan bagaimana untuk memenuhi keinginan penonton.
"Masalahnya saat ini adalah bagaimana membuat pentas teater itu disukai khususnya bagi anak muda. Untuk itu teater harus dikemas secara ringan agar bisa dinikmati masyarakat," katanya di Yogyakarta, Kamis (10/12)
Untuk itu, Rossa berpendapat agar seniman teater harus mau dan mampu menampilkan cerita teater yang bisa dimengerti oleh masyarakat, agar untuk selanjutnya bisa diapresiasi.
"Yang ada saat ini justru banyak seniman teater yang berpendapat bahwa teater harus njlimet, tapi yang terjadi malah ceritanya cenderung absurd dan tidak mampu menyampaikan pesan yang dimaksudkan," tukasnya.
Pemilihan konsep sederhana dan mudah dimengerti adalah satu cara efektif untuk menyampaikan pesan dalam sebuah pentas teater, tanpa mengurangi pencapaian intelektual dari sebuah karya teater.
"Semakin sulit teater itu dimengerti, belum tentu semakin bermutu teater tersebut," pungkasnya.



Kirim Komentar