Ratusan warga Yogyakarta yang terdiri sejumlah elemen masyarakat seperti aktivis lintas agama, pemuda, dan LSM, Rabu malam (30/12) menyalakan lilin di Tugu Yogyakarta untuk mengenang dan berdoa bagi arwah KH Abdurrahman Wahid yang meninggal dunia malam tadi (30/12) pukul 18.45 WIB di RSCM.
Dengan menyalakan lilin, sejumlah perwakilan dari peserta aksi bergiliran menyatakan duka citanya atas kepergian Gus Dur serta memanjatkan doa agar arwanya diterima di sisih-Nya.
Dari orasi yang disampaikan oleh para perwakilan aksi, Gus Dur dinilai sebagai sosok pemimpin yang sangat pluralis, terlebih dalam hal agama, kebudayaan, dan etnis.
"Gus Dur lah pemimpin yang memperbolehkan kaum Konghucu merayakan Imlek dan sejumlah atraksi budaya mereka seperti barongsai, liong, naga, dll," kata koordinator aksi, Widhihasto Wasana Putra dalam orasinya.
Yang cukup menarik adalah ketika foto yang dibawa oleh peserta aksi adalah foto Gus Dur ketika menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ke-4.
Dengan menyalakan lilin, sejumlah perwakilan dari peserta aksi bergiliran menyatakan duka citanya atas kepergian Gus Dur serta memanjatkan doa agar arwanya diterima di sisih-Nya.
Dari orasi yang disampaikan oleh para perwakilan aksi, Gus Dur dinilai sebagai sosok pemimpin yang sangat pluralis, terlebih dalam hal agama, kebudayaan, dan etnis.
"Gus Dur lah pemimpin yang memperbolehkan kaum Konghucu merayakan Imlek dan sejumlah atraksi budaya mereka seperti barongsai, liong, naga, dll," kata koordinator aksi, Widhihasto Wasana Putra dalam orasinya.
Yang cukup menarik adalah ketika foto yang dibawa oleh peserta aksi adalah foto Gus Dur ketika menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ke-4.



Kirim Komentar