Terkait kebersihan dan kesehatan produk makanan yang disajikan oleh Pedagang Kaki Lima (PKL), Pemkot Yogyakarta berencana akan memberikan sertifikasi gratis bagi PKL di Kota Yogyakarta.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Choirul Anwar menyatakan, sertifikasi ini bertujuan untuk mewujudkan makanan dan minuman yang bersih dan sehat yang diproduksi oleh PKL.
"Pada 2010, PKL harus menyajikan makanan dan minuman yang bersih dan sehat. Untuk itu, pedagang harus bisa bekerjasama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang bersangkutan dengan mereka," katanya di kompleks Balaikota Yogyakarta, Senin (4/1).
Kerjasama yang bisa dilakukan adalah misalnya bagaimana PKL bisa mendapatkan air yang bersih, listrik yang cukup dan aman, serta kebutuhan lain yang didiperlukan oleh PKL.
Dalam praktiknya untuk mewujudkan sertifikasi tersebut, Pemkot melalui Dinas Kesehatan akan memberikan keterampilan dan sejumlah pengetahuan tentang standar kebersihan dan kesehatan makanan kepada PKL.
"Bentuknya nanti bisa berupa penyuluhan kepada PKL tentang bagaimana menghasilkan makanan dan minuman yang bersih dan sehat untuk dijual kepada masyarakat," tambahnya.
Menurut Choirul, masalah yang sering terjadi pada makanan dan minuman PKL adalah adanya adanya jamur dalam sajian makanan dan minumannya. Hal ini biasanya disebabkan oleh kurangnya kebersihan pedangan saat membersihkan bekas makanan atau minuman yang ada.
"Kasus penyakit hepatitis A yang beberapa waktu sempat terjadi adalah sebab dari minimnya kebersihan dari para pedagang, khususnya dalam hal pencucian alat makan dan minum," pungkasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Choirul Anwar menyatakan, sertifikasi ini bertujuan untuk mewujudkan makanan dan minuman yang bersih dan sehat yang diproduksi oleh PKL.
"Pada 2010, PKL harus menyajikan makanan dan minuman yang bersih dan sehat. Untuk itu, pedagang harus bisa bekerjasama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang bersangkutan dengan mereka," katanya di kompleks Balaikota Yogyakarta, Senin (4/1).
Kerjasama yang bisa dilakukan adalah misalnya bagaimana PKL bisa mendapatkan air yang bersih, listrik yang cukup dan aman, serta kebutuhan lain yang didiperlukan oleh PKL.
Dalam praktiknya untuk mewujudkan sertifikasi tersebut, Pemkot melalui Dinas Kesehatan akan memberikan keterampilan dan sejumlah pengetahuan tentang standar kebersihan dan kesehatan makanan kepada PKL.
"Bentuknya nanti bisa berupa penyuluhan kepada PKL tentang bagaimana menghasilkan makanan dan minuman yang bersih dan sehat untuk dijual kepada masyarakat," tambahnya.
Menurut Choirul, masalah yang sering terjadi pada makanan dan minuman PKL adalah adanya adanya jamur dalam sajian makanan dan minumannya. Hal ini biasanya disebabkan oleh kurangnya kebersihan pedangan saat membersihkan bekas makanan atau minuman yang ada.
"Kasus penyakit hepatitis A yang beberapa waktu sempat terjadi adalah sebab dari minimnya kebersihan dari para pedagang, khususnya dalam hal pencucian alat makan dan minum," pungkasnya.



Kirim Komentar