Pada hari terakhir proses pemugaran tahap pertama Candi di UII, Rabu (6/1), Tim Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakartam telah berhasil membuat denah bangunan candi dengan cukup jelas.
Pada eskavasi dengan menggunakan bioradar untuk mengecek temuan di bawah tanah ini, ti, BP3 juga semakin yakin telah menemukan dua bagunan candi yang berhadap-hadapan.
Ketua Kelompok Pemugaran BP3 Yogyakarta Budhy Sancoyo mengatakan, hari ini sudah ditemukan kemungkinan pagar dengan panjang 12 meter dari titik pusat atau umpuk pusat yang ada di candi utama.
"Kami juga menemukan batu kotak yang menyerupai meja tetapi belum bisa mengidentifikasikannya lebih lanjut karena baru akan dibuka sore ini," katanya di Yogyakarta, Rabu (6/1).
Budhy menambakan bahwa pihaknya juga telah temuan gerabah yang berupa kendi air suci berdiameter 30 cm dan tinggi 160 cm di bawah cerat atau saluran air lingga yoni candi utama kemarin, Selasa (5/1). Selanjutnya, penemuan tersebut akan segera diamankan dan diteliti lebih lanjut oleh BP3 Yogyakarta.
"Proses ekskavasi tahap pertama berakhir hari ini dan dari awal hingga hari keempatbelas ini, tim BP3 Yogyakarta telah berhasil menyusun denah candi meskipun belum dapat mengecek kedalaman dan luas yang masih akan dicari pada eskavasi tahap kedua nanti," ujarnya.
Sementara itu, sudah dapat dipastikan bahwa proses ekskavasi tahap kedua akan dilanjutkan besok Kamis (7/1) hingga 20 Januari mendatang dengan mengerahkan tim lama sebanyak 12 tenaga ahli dan 10 orang penggali dari BP3 Yogyakarta yang dibantu dengan 10 orang tenaga dari UII.
Sistem penggalian masih akan tetap menerapkan penggalian manual agar tidak merusak penemuan. Sasaran eskavasi tahap kedua akan diprioritaskan pada pembukaan dan penampakan struktur pada keseluruhan bangunan candi.
Pada eskavasi dengan menggunakan bioradar untuk mengecek temuan di bawah tanah ini, ti, BP3 juga semakin yakin telah menemukan dua bagunan candi yang berhadap-hadapan.
Ketua Kelompok Pemugaran BP3 Yogyakarta Budhy Sancoyo mengatakan, hari ini sudah ditemukan kemungkinan pagar dengan panjang 12 meter dari titik pusat atau umpuk pusat yang ada di candi utama.
"Kami juga menemukan batu kotak yang menyerupai meja tetapi belum bisa mengidentifikasikannya lebih lanjut karena baru akan dibuka sore ini," katanya di Yogyakarta, Rabu (6/1).
Budhy menambakan bahwa pihaknya juga telah temuan gerabah yang berupa kendi air suci berdiameter 30 cm dan tinggi 160 cm di bawah cerat atau saluran air lingga yoni candi utama kemarin, Selasa (5/1). Selanjutnya, penemuan tersebut akan segera diamankan dan diteliti lebih lanjut oleh BP3 Yogyakarta.
"Proses ekskavasi tahap pertama berakhir hari ini dan dari awal hingga hari keempatbelas ini, tim BP3 Yogyakarta telah berhasil menyusun denah candi meskipun belum dapat mengecek kedalaman dan luas yang masih akan dicari pada eskavasi tahap kedua nanti," ujarnya.
Sementara itu, sudah dapat dipastikan bahwa proses ekskavasi tahap kedua akan dilanjutkan besok Kamis (7/1) hingga 20 Januari mendatang dengan mengerahkan tim lama sebanyak 12 tenaga ahli dan 10 orang penggali dari BP3 Yogyakarta yang dibantu dengan 10 orang tenaga dari UII.
Sistem penggalian masih akan tetap menerapkan penggalian manual agar tidak merusak penemuan. Sasaran eskavasi tahap kedua akan diprioritaskan pada pembukaan dan penampakan struktur pada keseluruhan bangunan candi.



Kirim Komentar