Pemerintah Kota Yogyakarta menunjukkan konsistensinya dalam mendukung seniman khususnya seniman kethoprak. Salah satunya yakni memberikan bantuan kepada seniman kethoprak dengan berupa dana yang diperoleh setelah pementasan kethoprak Eksel yang digelar pada 2 Desember 2009 di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Sejumlah uang hasil pementasan tersebut juga disumbangkan kepada dua seniwati ikon ketroprak tradisional Yogyakarta yang diserahkan langsung oleh Kapoltabes Kota Yogyakarta, Kombespol Ahmad Dofiri kepada Kadariyah dan Endang Murtiningbudi, Rabu (6/1) di Ruang Utama Bawah Balai Kota Yogyakarta.
Kapoltabes Kota Yogyakarta, Ahmad Dofiri menyatakan, pemberian bantuan ini sebagai wujud kepedulian dari Pemkot Yogya dan Kepolisian terhadap loyalitas para seniman dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal masyarakat yang sejak dulu hingga sekarang tetap ada.
"Saya pribadi yang bukan orang Yogya salut akan para seniman ketoprak yang keberadaanya tidak hanya melestarikan budaya lokal tetapi juga memikirkan masalah sosial yang ada dimasyarakat. Sebagai aparat kepolisian yang tidak mempunyai media untuk ikut mendidik generasi muda melestarikan budaya lokal, maka dibantu dengan para seniman ini seni bisa dibaurkan kepada masyarakat sehingga pantas Yogya disebut sebagai ikon budaya Indonesia yang harus menjadi contoh daerah-daerah lainnya," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yulia Rustiyaningsih mengatakan, acara ini merupakan aksi kepedulian yang luar biasa dimana sebelumnya para seniman justru membimbing aparatur pemerintah untuk mengapresiasikan seni tidak hanya dalam peran tetapi dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya.
"Dengan berpartisipasi dalam ketoprak Eksel beberapa waktu yang lalu, saya jadi lebih luwes menggunakan bahasa Jawa dan sabar dalam setiap pengambilan keputusan sehingga peran dalam ketoprak memberi pengalaman dan dapat dihayati sehingga menjadi inspirasi dalam kehidupan nyata. Di sini nilai budaya Jawa bisa dirasakan oleh pemain dan penikmat seni," ujarnya.
Sedangkan perwakilan dari Komunitas Ketoprak Ringkes Cap Conthong, Den Baguse Ngarso mengatakan ucapan terimakasihnya bagi para pejabat daerah yang sekiranya sudah mengemban tugas yang berat masih mau berpartisipasi dan meluangkan waktunya bersama para seniman ketroprak bermain bersama dalam satu panggung.
"Penghargaan kepada seniman yang banyak memberi andil besar kepada ketoprak bisa menjadi input besar bagi generasi muda selanjutnya," tukasnya.
Sejumlah uang hasil pementasan tersebut juga disumbangkan kepada dua seniwati ikon ketroprak tradisional Yogyakarta yang diserahkan langsung oleh Kapoltabes Kota Yogyakarta, Kombespol Ahmad Dofiri kepada Kadariyah dan Endang Murtiningbudi, Rabu (6/1) di Ruang Utama Bawah Balai Kota Yogyakarta.
Kapoltabes Kota Yogyakarta, Ahmad Dofiri menyatakan, pemberian bantuan ini sebagai wujud kepedulian dari Pemkot Yogya dan Kepolisian terhadap loyalitas para seniman dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal masyarakat yang sejak dulu hingga sekarang tetap ada.
"Saya pribadi yang bukan orang Yogya salut akan para seniman ketoprak yang keberadaanya tidak hanya melestarikan budaya lokal tetapi juga memikirkan masalah sosial yang ada dimasyarakat. Sebagai aparat kepolisian yang tidak mempunyai media untuk ikut mendidik generasi muda melestarikan budaya lokal, maka dibantu dengan para seniman ini seni bisa dibaurkan kepada masyarakat sehingga pantas Yogya disebut sebagai ikon budaya Indonesia yang harus menjadi contoh daerah-daerah lainnya," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yulia Rustiyaningsih mengatakan, acara ini merupakan aksi kepedulian yang luar biasa dimana sebelumnya para seniman justru membimbing aparatur pemerintah untuk mengapresiasikan seni tidak hanya dalam peran tetapi dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya.
"Dengan berpartisipasi dalam ketoprak Eksel beberapa waktu yang lalu, saya jadi lebih luwes menggunakan bahasa Jawa dan sabar dalam setiap pengambilan keputusan sehingga peran dalam ketoprak memberi pengalaman dan dapat dihayati sehingga menjadi inspirasi dalam kehidupan nyata. Di sini nilai budaya Jawa bisa dirasakan oleh pemain dan penikmat seni," ujarnya.
Sedangkan perwakilan dari Komunitas Ketoprak Ringkes Cap Conthong, Den Baguse Ngarso mengatakan ucapan terimakasihnya bagi para pejabat daerah yang sekiranya sudah mengemban tugas yang berat masih mau berpartisipasi dan meluangkan waktunya bersama para seniman ketroprak bermain bersama dalam satu panggung.
"Penghargaan kepada seniman yang banyak memberi andil besar kepada ketoprak bisa menjadi input besar bagi generasi muda selanjutnya," tukasnya.



Kirim Komentar