Salah satu koordinator Komunitas Kethoprak Ringkes Cap Conthong, Nano Asmorondono menyatakan bahwa saat ini sudah saatnya bagi pelajar sekolah untuk kembali bermain kethoprak.
"Meski ide kethoprak pelajar baru sebatas wacana, tapi saya yakin nanti bisa diwujudkan setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, khususnya dengan dinas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta," katanya di Kompleks Ruang Utama Bawah Balaikota Yogyakarta, Rabu (6/1).
Meski belum mempunyai konsep yang jelas tentang kethoprak pelajar tersebut, Nano memastikan bahwa Komunitas Conthong sebagai salah satu komunitas kethoprak di Jogja akan mendukung dan membantu terselenggaranya pementasan kethoptak pelajar.
"Dalam pementasan nanti, komunitas seniman lethoprak tidak mungkin tidak dilibatkan, untuk itu Komunitas Conthong akan mendampingi mereka," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Yulia Rustiyaningsih menanggapi gagasan pementasan kethoprak pelajar dengan antuasias. Pihaknya mengaku akan mendukung sepenuhnya kegiatan pementasan seni tradisional tersebut bagi pelajar.
Menurut Yulia, dengan seni pertunjukan kethoprak pelajar dapat belajar dua hal sekaligus yakni belajar mengenai karakter yang dimainkannya, sekaligus belajar tentang seni budaya tradisionalnya sendiri.
"Yang akan menjadi prioritas kami adalah bagaimana untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terlebih dahulu, karena hal ini terkait dengan kegiatan belajar pelajar," ungkapnya.
Nantinya, pementasan kethoprak pelajar bisa saja digelar pada saat peringatan hari-hari besar nasional. "Kemungkinan, paling tidak pentas pertama pada Hari Sumpah Pemuda nanti," tambah Nano.
"Meski ide kethoprak pelajar baru sebatas wacana, tapi saya yakin nanti bisa diwujudkan setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, khususnya dengan dinas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta," katanya di Kompleks Ruang Utama Bawah Balaikota Yogyakarta, Rabu (6/1).
Meski belum mempunyai konsep yang jelas tentang kethoprak pelajar tersebut, Nano memastikan bahwa Komunitas Conthong sebagai salah satu komunitas kethoprak di Jogja akan mendukung dan membantu terselenggaranya pementasan kethoptak pelajar.
"Dalam pementasan nanti, komunitas seniman lethoprak tidak mungkin tidak dilibatkan, untuk itu Komunitas Conthong akan mendampingi mereka," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Yulia Rustiyaningsih menanggapi gagasan pementasan kethoprak pelajar dengan antuasias. Pihaknya mengaku akan mendukung sepenuhnya kegiatan pementasan seni tradisional tersebut bagi pelajar.
Menurut Yulia, dengan seni pertunjukan kethoprak pelajar dapat belajar dua hal sekaligus yakni belajar mengenai karakter yang dimainkannya, sekaligus belajar tentang seni budaya tradisionalnya sendiri.
"Yang akan menjadi prioritas kami adalah bagaimana untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terlebih dahulu, karena hal ini terkait dengan kegiatan belajar pelajar," ungkapnya.
Nantinya, pementasan kethoprak pelajar bisa saja digelar pada saat peringatan hari-hari besar nasional. "Kemungkinan, paling tidak pentas pertama pada Hari Sumpah Pemuda nanti," tambah Nano.



Kirim Komentar