Selain berbagi kue keranjang dan angpau, konon perayaan Tahun Baru Imlek belum lengkap jika sebuah keluarga Tionghoa tidak merayakannya dengan menikmati dan berbagi menu hidangan khas Imlek dengan anggota keluarganya yaitu Ayam Delapan Pusaka.Menurut Achiang, Chef Restoran China Chian San Hotel Melia Purosani Yogyakarta, tradisi berbagi dan menikmati masakan ayam memang telah ada sejak dahulu kala di Negeri China. Tradisi ini diwariskan dan masih dilakukan secara turun-temurun hingga saat ini.
"Selain untuk mengumpulkan keluarga agar menjadi satu saat Tahun Baru Imlek, tradisi makan hidangan Ayam Delapan Pusaka juga sebagai upaya agar sebuah keluarga tetap utuh dan tidak diberikan masalah dan kesulitan di tahun mendatang," ujarnya di Restoran China Chian San, Sabtu (13/2).
Mengenai Ayam Delapan Pusaka, Chef Achiang memaparkan bahwa hidangan spesial tersebut memang diramu dari sejumlah bahan-bahan asli yang bahkan khusus didatangkan dari negeri China. Dari proses awal memasak, menu ini pun telah terlihat istimewa dari tata cara dan bahan yang dipergunakannya.
"Satu porsi Ayam Delapan Pusaka dibuat dari seekor ayam kampung utuh tanpa tulang. Kemudian isinya dikeluarkan dan diganti dengan delapan bahan-bahan seperti scalob, jamur sitake, baken beef, biji teratai, waisan, chi che, tang kui, dan tang sen," paparnya.
Setelah delapan bahan tersebut dimasukkan ke dalam tubuh ayam, proses selanjutnya adalah mengukus ayam tersebut selama kurang lebih tiga jam hingga daging ayam benar-benar lunak dan kedelapan bahan-bahan yang ada di dalam tubuh ayam pun masak.
Jika lewat tiga jam proses steaming ayam, barulah menu tersebut siap dihidangkan. Menu berbentuk sup tersebut siap disajikan di atas meja makan dan untuk kemudian dibagikan kepada seluruh anggota keluarga sebagai bentuk rasa syukur dan berbagi.
Berdasar penuturan Chef Achiang, kedelapan bahan-bahan yang dipadukan ke dalam ayam tersebut mempunyai masing-masing makna dan peran bagi manusia. Sebagian besar, bahan yang dimasukkan dipercaya mempunyai khasiat bagi kesehatan yakni pada waisan. "Sedangkan bahan-bahan lain bahkan dipercaya bisa menambah hoki atau keberuntungan di masa yang akan datang," tambahnya.
Sementara tentang ayam, Chef Achiang menegaskan bahwa ayam yang digunakan haruslah ayam kampung utuh, yang menurut kepercayaan orang Tionghoa agar mendatangkan rejeki yang utuh pula bagi mereka dan keluarga mereka serta tidak terbagi-bagi. Begitu pula berkah lain dalam hidup mereka selama setahun ke depan.
"Untuk menambah aroma dan nuansa China, menu Ayam Delapan Pusaka pun ditambahkan jahe dan arak China atau tuak yang juga harus didatangakan langsung dari China," tandas Chek Achiang yang telah lebih dari setahun bekerja di Restoran China Chian San Hotel Melia Purosani Yogyakarta itu.
Sebagai teman menyantap hidangan Ayam Delapan Pusaka, Chef Achiang menyarankan untuk menyertakan secangkir teh hitam China dan tentunya alunan musik Mandarin.
Gong Xi Fat Coi...



Kirim Komentar