Tiga dekade terkekang dalam rezim militeristik membuat rakyat Indonesia masih cenderung takut dan jauh dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Untuk itu, Komandan Kodim (Kodim) 0734 Yogyakarta, Letkol Inf Arudji Anwar mencoba membuat terobosan dengan merubah image garang yang dulu melekat dengan TNI.
Hal tersebut dinyatakannya usai upacara serah terima jabatan sejumlah pejabat Komandan Resor Militer (Korem) 072 Pamungkas di Kantor Kodim 0734 Yogyakarta, Senin (15/1).
"Sekarang ini masyarakat khususnya anak muda masih saja cenderung takut dan jauh dengan tentara. Ini wajar karena masa lalu yang dikondisikan seperti itu," ujarnya.
Arudji mengatakan pihaknya hingga saat ini harus menerapkan sejumlah strategi dalam mengambil hati dan mendekati masyarakat terlebih anak muda. Caranya, menurut Arudji adalah dengan memberikan apa yang diinginkan anak muda jaman sekarang.
"Salah satu caranya adalah kami menciptakan Jogja Wall Nation yang mengakomodasi kepentingan anak muda Jogja. Di belakang Jogja Wall Nation adalah Kodim 0734," tegasnya bangga.
Dari Jogja Wall Nation diketahui bahwa anak muda bisa lebih dekat dengan tentara. Salah satu contohnya adalah bahwa website tentara sangat jarang dikunjungi oleh anak muda tinimbang website Jogja Wall Nation yang semakin dikenal dan banyak dikunjundi oleh anak muda.
Lebih lanjut Arudji memaparkan, resistensi tentara akan hilang jika pihak tentara sendiri yang mau berubah dan melakukan apa yang memang seharusnya dilakukan oleh tentara sebagai salah satu garda bangsa dan masyarakat sebagai tugas utamanya. Tapi, tentara juga mempunyai kewajiban untuk membangun bangsa dengan apa yang mereka miliki.
"Khususnya untuk Jogja, tentara harus bisa melakukan sesuatu. Karena Jogja adalah kota budaya dan kota pelajar, tentara juga harus melakukan pendekatan dengan masuk ke dalam budaya dan anak muda," tandasnya.
Sementara itu dalam sambutannya, Komandan Kodim 0734 Yogyakarta Arudji Anwar menyatakan bahwa pergantian jabatan di tingkat Korem adalah sebagai rotasi yang memang harus dilakukan terhadap pejabat khususnya yang telah bertugas lebih dari 3,5 tahun.
"Jogja itu sangat dinamis, tentara juga harus menyesuaikannya, harus dinamis. Untuk itu, rotasi di lingkungan Korem juga harus dilakukan agar tugas tentara lebih efektif," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Komandan Kodim melakukan serah terima jabatan baru kepada sepuluh pejabat yakni delapan Danramil, seorang Pasiops, dan seorang Dan Unit Intel untuk menjabat tugas baru yang diberikan kepada mereka.
Hal tersebut dinyatakannya usai upacara serah terima jabatan sejumlah pejabat Komandan Resor Militer (Korem) 072 Pamungkas di Kantor Kodim 0734 Yogyakarta, Senin (15/1).
"Sekarang ini masyarakat khususnya anak muda masih saja cenderung takut dan jauh dengan tentara. Ini wajar karena masa lalu yang dikondisikan seperti itu," ujarnya.
Arudji mengatakan pihaknya hingga saat ini harus menerapkan sejumlah strategi dalam mengambil hati dan mendekati masyarakat terlebih anak muda. Caranya, menurut Arudji adalah dengan memberikan apa yang diinginkan anak muda jaman sekarang.
"Salah satu caranya adalah kami menciptakan Jogja Wall Nation yang mengakomodasi kepentingan anak muda Jogja. Di belakang Jogja Wall Nation adalah Kodim 0734," tegasnya bangga.
Dari Jogja Wall Nation diketahui bahwa anak muda bisa lebih dekat dengan tentara. Salah satu contohnya adalah bahwa website tentara sangat jarang dikunjungi oleh anak muda tinimbang website Jogja Wall Nation yang semakin dikenal dan banyak dikunjundi oleh anak muda.
Lebih lanjut Arudji memaparkan, resistensi tentara akan hilang jika pihak tentara sendiri yang mau berubah dan melakukan apa yang memang seharusnya dilakukan oleh tentara sebagai salah satu garda bangsa dan masyarakat sebagai tugas utamanya. Tapi, tentara juga mempunyai kewajiban untuk membangun bangsa dengan apa yang mereka miliki.
"Khususnya untuk Jogja, tentara harus bisa melakukan sesuatu. Karena Jogja adalah kota budaya dan kota pelajar, tentara juga harus melakukan pendekatan dengan masuk ke dalam budaya dan anak muda," tandasnya.
Sementara itu dalam sambutannya, Komandan Kodim 0734 Yogyakarta Arudji Anwar menyatakan bahwa pergantian jabatan di tingkat Korem adalah sebagai rotasi yang memang harus dilakukan terhadap pejabat khususnya yang telah bertugas lebih dari 3,5 tahun.
"Jogja itu sangat dinamis, tentara juga harus menyesuaikannya, harus dinamis. Untuk itu, rotasi di lingkungan Korem juga harus dilakukan agar tugas tentara lebih efektif," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Komandan Kodim melakukan serah terima jabatan baru kepada sepuluh pejabat yakni delapan Danramil, seorang Pasiops, dan seorang Dan Unit Intel untuk menjabat tugas baru yang diberikan kepada mereka.



Kirim Komentar